BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dua pebalap top MotoGP, Miguel Oliveira dan Somkiat Chantra, resmi dipastikan tidak lagi tampil di kelas premier pada musim 2026. Keduanya akan melanjutkan karier di ajang World Superbike Championship (WSBK), menandai babak baru dalam perjalanan mereka di dunia balap motor.
Bursa pebalap MotoGP 2026 kini hampir rampung. Dari total 11 tim di grid, hanya LCR Honda yang belum mengumumkan formasi resminya. Namun di tengah kepastian itu, kabar mengejutkan datang dari dua nama yang selama ini dikenal sebagai wajah penting di paddock MotoGP.
Pebalap asal Portugal, Miguel Oliveira, menjadi salah satu korban perombakan besar di tim Pramac Racing. Posisi juara GP Mandalika 2022 itu harus digantikan oleh Toprak Razgatlioglu, yang akan menjalani debut sensasional bersama Yamaha di MotoGP 2026.
Meski masih memiliki kontrak format 1+1, performa Oliveira yang inkonsisten dan sering diterpa cedera membuat manajemen tim mengambil langkah berbeda. Setelah negosiasi intensif, pebalap berusia 30 tahun itu resmi bergabung dengan tim pabrikan BMW di WSBK, menggantikan posisi Razgatlioglu.
“Saya siap memulai tantangan baru dan membawa pengalaman MotoGP ke kejuaraan Superbike. Saya tahu ini babak baru dalam karier saya, dan saya ingin membantu BMW bersaing untuk gelar juara dunia,” ujar Oliveira, melansir MotoGP, Minggu (19/10/2025).
Nasib serupa juga dialami Somkiat Chantra. Pebalap asal Thailand itu gagal memenuhi ekspektasi Honda setelah naik ke kelas premier bersama LCR Honda Castrol. Sejumlah hasil minor dan cedera beruntun membuat Chantra kesulitan bersaing di barisan tengah.
Baca Juga:
Yamaha Siapkan Toprak Razgatlıoglu untuk MotoGP 2026
Sebagai langkah restrukturisasi, Honda Racing Corporation (HRC) memutuskan menurunkan Chantra ke proyek Superbike musim depan. Ia akan bergabung dengan tim HRC Superbike 2026 dan menjadi rekan setim Iker Lecuona.
Kursi yang ditinggalkan Chantra di MotoGP disebut-sebut akan diisi oleh Diego Moreira, talenta muda asal Brasil yang kini membalap di Moto2.
Langkah Oliveira dan Chantra memperkuat tren baru di dunia balap roda dua, di mana pebalap yang kehilangan tempat di MotoGP memilih melanjutkan karier di WSBK, bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai kesempatan kedua untuk bersinar.
Oliveira membawa pengalaman lima musim di MotoGP dengan lima kemenangan Grand Prix, sementara Chantra tetap menjadi pionir penting bagi Asia Tenggara di dunia balap profesional.
Keduanya kini bersiap memulai babak baru yang tak kalah bergengsi, membuktikan bahwa karier kompetitif di lintasan tidak selalu berakhir di MotoGP, terkadang justru dimulai kembali di Superbike.
(Budis)



