BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Putaran keenam sekaligus ajang penutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2025 berlangsung menegangkan dan penuh drama di Sirkuit Hidzie, Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/11/2025).
Hujan deras yang mengguyur sehari sebelumnya mengubah lintasan menjadi lautan lumpur, menghadirkan tantangan ekstrem bagi para pereli yang datang dari seluruh Indonesia itu.
Bahkan, sejumlah mobil mengalami insiden terbalik di tengah jalannya lomba. Namun, semangat juang para peserta tidak surut untuk menuntaskan putaran terakhir musim ini.
Medan Berat yang Tak Terduga
Pereli wanita dari Banteng Motorsport, Canya Prasetyo, mengaku bahwa sirkuit kali ini benar-benar menguji kemampuan dan keberanian pembalap.
“Tanahnya benar-benar tidak bisa diprediksi, ada beberapa tikungan yang sangat licin. Di bagian straight justru kering, jadi harus benar-benar bisa menyesuaikan. Alhamdulillah mobil bisa dikendalikan dan aku bisa finish,” ujar Canya melansir Beritasatu, Senin (10/11/2025).
Canya mengatan, bahwa perubahan kondisi tanah akibat hujan deras sehari sebelumnya menjadi faktor utama rintangan sirkuit.
“Gembur, becek, apa segala macam,” tambahnya.
Ia menggambarkan bahwa balapan ini bukan hanya tentang kecepatan, tapi juga soal bertahan di medan berat.
“Kesulitannya karena kemarin hujan badai. Jadi tantangannya adalah bagaimana membawa mobil agar bisa finish. Ini bukan soal siapa yang paling cepat, tapi survival mode. Kita harus punya trik dan skill supaya mobil bisa sampai garis akhir,” tegasnya.
Gabungan Dua Kejuaraan Nasional
Ajang pamungkas ini terasa semakin meriah karena digabung dengan Kejuaraan Nasional Speed Off-road 2025.
Panitia sekaligus anggota Gaspol Racing Team, Tomi Hadi, menjelaskan bahwa penggabungan dua event ini dilakukan demi efisiensi penyelenggaraan di akhir tahun.
“Kenapa kita satukan? Karena dua-duanya promotornya Gaspol. Setelah kami perkirakan, karena sudah akhir tahun dan peserta yang mengejar poin juga tidak terlalu banyak, jadi kami gabungkan agar bisa selesai dalam satu event,” jelas Tomi.
Gabungan dua ajang besar itu menarik total sekitar 120 peserta dari berbagai daerah. Rinciannya, 80 peserta Sprint Rally yang terbagi dalam lima kelas, dan 40 peserta Speed Off-road yang terbagi dalam tujuh kelas.
Baca Juga:
Elena Rybakina Akhiri Dominasi Sabalenka, ‘Ice Queen’ Kazakhstan Rebut Takhta WTA Finals Riyadh 2025
Empat Seri Tersisa, Peluang Max Verstappen Raih Gelar F1 2025 Terbuka Lebar
Penutup Musim Penuh Intrik
Meski Kejurnas Sprint Rally 2025 putaran keenam ini menjadi penutup musim, atmosfer kompetisi tetap membara hingga akhir.
Kondisi cuaca ekstrem, lintasan berlumpur, dan tensi tinggi di antara para pembalap menghadirkan tontonan yang memukau bagi penonton di sekitar Sirkuit Hidzie.
Tomi berharap ajang balap tanah nasional ini dapat terus digelar di Sukabumi dengan skala yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
“Saya berharap ke depan lebih meriah lagi, lebih banyak peserta, dan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.
(Dist)