GARUT, TEROPONGMEDIA.ID – Sebuah mobil terjun ke jurang di kawasan tikungan setelah Jembatan Cilaki, Jalan Lintas Selatan Jawa Barat, wilayah PLB Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Garut, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Berdasarkan keterangan salah satu penumpang yang enggan disebutkan identitasnya, peristiwa bermula saat kendaraan hendak keluar dari gang menuju jalan raya.
“Menurut keterangan kami, saat mobil hendak naik ke jalan utama, tiba-tiba ada sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi. Sopir diduga terkejut sehingga kendaraan melaju tidak terkendali dan masuk ke jurang di depan gang,” ujarnya.
Mobil tersebut diketahui mengangkut lima orang, terdiri dari satu pengemudi dan empat penumpang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara satu penumpang di kursi depan mengalami luka ringan.
Penumpang menyebut selamatnya seluruh penumpang tidak lepas dari sistem keselamatan kendaraan yang berfungsi dengan baik saat kejadian.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kemungkinan karena airbag mobil bekerja dengan baik saat kejadian, hanya penumpang depan yang mengalami luka ringan,” katanya.
Penumpang tersebut juga menjelaskan bahwa perjalanan yang dilakukan merupakan bagian dari agenda mudik ke kampung halaman, bukan untuk berwisata.
“Saya sedang mudik, ini memang kampung halaman kami,” tambahnya.
Ia menilai kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum kejadian, sehingga kecil kemungkinan kecelakaan disebabkan oleh faktor teknis.
“Kondisi mobil terawat dan masih relatif baru, jadi kemungkinan bukan dari kendaraannya,” ujarnya.
Terkait kondisi jalan, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan rambu lalu lintas di lokasi tersebut karena sudah lama tidak melintas di kawasan itu.
Hingga saat ini, kendaraan yang terperosok ke jurang tengah dalam proses evakuasi menggunakan alat berat yang telah didatangkan oleh pihak keluarga. Sementara itu, penumpang menyatakan belum berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut.
Jalan Sempit dan Kejutan Mendadak Jadi Risiko
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di jalur sempit, terutama di kawasan perlintasan yang langsung terhubung dengan jalan utama.
Situasi seperti kendaraan yang keluar dari gang menuju jalan raya sering kali menghadapi keterbatasan jarak pandang. Dalam kondisi tersebut, kecepatan kendaraan lain yang melintas dapat menjadi faktor risiko, terutama jika tidak diantisipasi dengan baik.
Selain itu, faktor psikologis pengemudi seperti refleks kaget juga dapat memicu hilangnya kendali kendaraan dalam waktu singkat.
Pentingnya Antisipasi dan Keselamatan Berkendara
Pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur yang memiliki banyak akses keluar-masuk permukiman. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan dari arah tak terduga menjadi langkah penting dalam mencegah kecelakaan.
Bagi pengemudi yang hendak keluar dari gang atau jalan kecil, memastikan kondisi aman sebelum melaju serta bergerak secara perlahan juga menjadi kunci keselamatan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kecelakaan tidak selalu disebabkan oleh kerusakan kendaraan, tetapi juga bisa terjadi akibat situasi mendadak di jalan.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pascalebaran, keselamatan berkendara tetap menjadi hal utama yang perlu diperhatikan oleh seluruh pengguna jalan.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)











