JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Senin (9/3/2026).
Penunjukan tersebut diumumkan oleh Dewan Ahli Iran yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.
Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei akan memegang kekuasaan besar dalam struktur politik Iran, termasuk pengaruh terhadap cabang yudisial, legislatif, dan eksekutif, serta keputusan strategis seperti program nuklir dan kebijakan keamanan nasional.
Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) langsung menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei.
Pernyataan itu disampaikan melalui media resmi pemerintah Iran.
“IRGC Iran, mendukung pilihan Dewan Ahli yang terhormat, siap menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei serta menjaga nilai-nilai Revolusi Islam dan melindungi warisan berharga para imam revolusi — Imam Ruhollah Khomeini dan Imam Ali Khamenei,” tulis IRGC dikutip Islamic Republic of Iran Broadcasting.
Dukungan dari IRGC dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas politik Iran setelah pergantian kepemimpinan.
Dewan Ahli Iran menyatakan, Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.
Ia menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang sebelumnya memimpin Iran selama beberapa dekade.
Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Sidang Penentuan Pemimpin Tetap Digelar Meski Ada Ancaman
Proses pemilihan pemimpin baru Iran dilakukan melalui sidang Dewan Ahli yang tetap berlangsung meski ada tekanan politik dari luar negeri.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan pertemuan tetap digelar meskipun muncul ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Dewan Ahli mengadakan pertemuan meski ada ancaman Trump untuk mengganggunya,” kata Larijani seperti dikutip stasiun televisi SNN.
Baca Juga:
Terungkap Ada Ratusan WNI Ilegal di Iran, Pemerintah Desak KBRI Data Ulang!
Konflik Iran vs AS-Israel, Bahlil: Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran
Penunjukan Mojtaba Khamenei terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia akan memegang peran penting dalam menentukan arah kebijakan Iran, termasuk hubungan internasional, program nuklir, serta strategi pertahanan negara.
Pergantian kepemimpinan ini juga diperkirakan akan mempengaruhi dinamika politik regional dan hubungan Iran dengan negara-negara Barat.










