JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami kejadian serius saat membela Cremonese dalam lanjutan Serie A 2025/2026 melawan Inter Milan, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.
Audero menjadi korban pelemparan petasan atau flare dari tribun suporter tim tamu. Insiden tersebut sempat menghentikan pertandingan dan menimbulkan ancaman nyata terhadap keselamatan pemain di lapangan.
Laga yang digelar di Stadio Giovanni Zini, Cremona, sejatinya berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Inter Milan tampil dominan dan terus menekan, sementara Cremonese bertahan rapat dengan Emil Audero sebagai figur sentral di bawah mistar.
Kronologi Emil Audero Terkena Petasan
Situasi berubah drastis pada menit ke-48 babak kedua. Saat Inter Milan sudah unggul 2-0 dan membangun serangan dari sisi kanan, sebuah benda menyala dilempar dari sektor tribun suporter Inter ke arah lapangan.
Petasan tersebut meledak tepat di dekat area gawang Cremonese. Ledakan keras disertai kepulan asap tebal membuat pandangan pemain terbatas dan memicu kepanikan. Emil Audero terlihat terkejut, lalu tersungkur sambil memegang bagian tubuhnya.
Wasit langsung menghentikan pertandingan demi alasan keamanan. Tim medis Cremonese segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan Emil Audero mengalami luka sobek ringan serta bekas luka bakar kecil di kaki. Petugas pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk mengamankan area gawang dari sisa api dan asap.
Meski sempat terguncang, kiper berusia 29 tahun itu menunjukkan profesionalisme tinggi. Setelah mendapat perawatan, Audero menyatakan sanggup melanjutkan pertandingan dan kembali mengawal gawang Cremonese hingga laga usai.
Ledakan Kedua Picu Kericuhan di Tribun
Drama belum berakhir. Beberapa menit setelah laga dilanjutkan, ledakan lain terdengar dari tribun pendukung Inter Milan. Kali ini, petasan meledak di tangan pelaku yang diduga hendak melemparkannya ke lapangan.
Insiden tersebut memicu kericuhan internal di tribun. Pelaku langsung dihakimi oleh sesama pendukung karena dianggap membahayakan pemain dan berpotensi membuat pertandingan dihentikan total.
Media Italia melaporkan pelaku mengalami luka parah dan kehilangan tiga jari, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Cremona. Kepolisian setempat memastikan pelaku akan dikenai larangan masuk stadion seumur hidup.
Reaksi Inter Milan dan FIGC
Manajemen Inter Milan langsung menyampaikan sikap resmi. Presiden klub, Beppe Marotta, mengecam keras tindakan oknum suporter dan menyampaikan permintaan maaf kepada Cremonese serta Emil Audero.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga turun tangan. Insiden ini berpotensi berujung sanksi berat, termasuk larangan tandang bagi suporter Inter Milan pada pertandingan berikutnya.
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, turut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan nilai olahraga.
Tetap Bermain hingga Akhir Laga
Meski sempat dihentikan sementara, pertandingan akhirnya bisa diselesaikan. Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2.
Menariknya, Emil Audero memiliki hubungan emosional dengan Inter Milan. Ia pernah membela Nerazzurri pada musim 2023/2024 dan mencatatkan empat penampilan di Serie A. Fakta ini membuat insiden tersebut semakin tidak dapat dibenarkan.
Kondisi Emil Audero kini menjadi perhatian publik Indonesia. Kiper naturalisasi itu diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Maret mendatang.











