BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tren mudik menggunakan sepeda motor listrik diprediksi akan meningkat. Namun, bagi masyarakat yang ingin mencobanya, diperlukan persiapan yang jauh lebih ekstra dibandingkan motor konvensional.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa kunci utama perjalanan aman terletak pada manajemen daya dan pemahaman teknis kendaraan.
“Mudik dengan motor listrik menghadirkan tantangan tersendiri. Persiapan matang adalah investasi agar perjalanan tetap nyaman dan minim kendala,” ujar Yannes dikutip dari Antara, Kamis (19/3/2026).
Berikut adalah poin-poin krusial yang harus diperhatikan pemudik motor listrik:
1. Pahami Sistem Baterai Kendaraan
Sistem Tukar (Swap Battery): Pemudik wajib memetakan lokasi stasiun penukaran baterai di sepanjang rute. Jika titik penukaran tidak tersedia secara pasti hingga kota tujuan, sebaiknya pertimbangkan kembali penggunaan motor jenis ini demi menghindari risiko mogok.
Sistem Pengisian (Charging): Perencanaan waktu pengisian daya sangat krusial. Yannes mengingatkan agar pengendara tidak menelan mentah-mentah klaim jarak tempuh pabrikan. Realitanya, jarak tempuh asli biasanya 20–30% lebih pendek. Pastikan membawa charger portable dan adaptor yang sesuai.
Baca Juga:
Tips Aman Bagi Pemilik Motor Listrik saat Musim Hujan, Catat!
Tips Menghitung Biaya Ngecas Motor Listrik dengan Daya Rumah
2. Teknik Berkendara untuk Efisiensi
Pengendara disarankan untuk tidak terus-menerus menarik gas penuh (full throttle). Gaya berkendara agresif dapat memicu panas berlebih (overheat) yang mengaktifkan Limp Mode.
Catatan: Saat Limp Mode aktif, tenaga motor akan dibatasi secara otomatis untuk melindungi komponen baterai dan controller. Jika ini terjadi, segera menepi dan biarkan motor mendingin.
3. Optimalkan Fitur dan Waspada Cuaca
Regenerative Braking: Manfaatkan fitur ini untuk membantu mengisi ulang daya baterai selama perjalanan.
Waspada Genangan: Meski banyak motor listrik sudah memiliki sertifikasi tahan air (seperti IP67), hindari menerjang genangan air yang tinggi. Air yang merendam komponen vital seperti controller atau konektor baterai tetap berisiko menyebabkan kerusakan fatal.
4. Prioritas Keselamatan dan Fisik
Di luar urusan mesin, kondisi fisik pengendara adalah yang utama. Yannes menekankan pentingnya perencanaan rute alternatif dan penyediaan waktu cadangan untuk mengantisipasi kemacetan atau antrean di titik pengisian daya.
“Terlepas dari jenis kendaraannya, prinsip keselamatan tetap nomor satu. Pastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan,” tutupnya.











