JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memberikan pandangannya terkait rencana pemerintah untuk membangun industri mobil Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan. Ia menyebut, keputusan itu kemungkina bakal terealisasi
Bukan tanpa dasar, menurutnya target ambisius tersebut bisa terealisasi jika pemerintah memulai dari fokus awal yang tepat, yaitu penggunaan mobil nasional untuk kendaraan dinas pejabat negara.
“Secara teknis masuk akal untuk start produksi skala terbatas dalam 3 tahun, yang fokusnya pada anchor market tahap awal yaitu mengganti seluruh kendaraan dinas para pejabat negara, termasuk menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga dengan mobil Maung,” ujar Yannes melansir CNN, Minggu (26/10/2025)
Yannes menambahkan, strategi awal pemerintah dengan merubah kendaraan dinas memakai mobil lokal merupakan langkah yang terukur dan strategis. Dengan cara ini, pemerintah tidak hanya menciptakan pasar awal yang pasti (anchor market), tetapi juga memberikan dorongan psikologis dan simbolis bahwa pejabat tinggi negara menggunakan produk dalam negeri.
BACA JUGA:
Prabowo Janjikan Mobil Indonesia Lahir 3 Tahun Lagi, Inikah Wujudnya?
Gaspol! Wujudkan Mobil Nasional, Pemerintah Ngebut Produksi Maung
Ia menyebut bahwa proyek mobil nasional ini menjadi langkah yang strategis sekaligus realistis untuk Indonesia, karena peluang pengembangan industri otomotif lokal saat ini terbuka sangat lebar.
Selain itu, kebijakan membangun mobil nasional juga dianggap sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri nasional serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
“Kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun kemandirian industri otomotif nasional dan memperkuat kebanggaan atas produk dalam negeri,” tutur Yannes.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat ekosistem industri otomotif lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor, terutama di sektor kendaraan roda empat.
Sebagai contoh nyata, Yannes menyinggung VinFast, merek otomotif asal Vietnam yang berhasil menembus pasar global hanya dalam waktu beberapa tahun. Dalam pandangannya, pengalaman VinFast dapat menjadi tolok ukur bagi Indonesia untuk membangun industri otomotif nasional yang berdaya saing.
“Soal 3 tahun (target Prabowo), kita bisa belajar dari kesuksesan VinFast di Vietnam yang dalam 3-4 tahun bisa melahirkan produk world class jika ada dukungan CAPEX besar, mitra global yang tangguh, dan orkestrasi negara melalui berbagai dukungan kebijakan yang mendukung,” jelasnya.
Keberhasilan VinFast tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah Vietnam yang menyediakan modal besar, kemitraan strategis, serta regulasi yang berpihak pada industri. Dengan kombinasi tersebut, perusahaan mampu mengembangkan produk berstandar dunia dalam waktu relatif singkat.
(Saepul)











