JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Juara UFC kelas berat ringan, Alex Pereira, kembali menjadi sorotan publik setelah membantah tuduhan bahwa dirinya pernah menolak tantangan pertarungan melawan Joaquin Buckley pada tahun 2022.
Seperti diketahui, Pereira baru saja menegaskan dominasinya di pentas UFC dengan mengalahkan Magomed Ankalaev lewat kemenangan knockout spektakuler dalam laga ulang mereka di UFC 320. Kemenangan tersebut membuatnya sukses merebut kembali sabuk juara kelas berat ringan.
Namun bukannya menikmati masa kejayaan, petarung asal Brasil itu justru harus menghadapi tudingan tak mencenangkan. Buckley, petarung kelas welter asal Amerika Serikat, merilis video di kanal YouTube-nya dan mengklaim bahwa UFC sempat berencana mempertemukan dirinya dengan Pereira pada tahun 2022.
Buckley Tuduh Pereira “Menolak” Bertarung
Dalam video itu, Buckley menyebut bahwa saat Pereira masih berlaga di kelas menengah, UFC ingin menjodohkan keduanya. Bahkan, Ia mengatakan bahwa dirinya siap menjadi petarung pertama yang menjatuhkan Pereira.
Namun, Buckley mengklaim pertarungan itu gagal terjadi karena tim Pereira disebut “tidak siap”.
“Mereka bilang Pereira belum siap saat itu. Padahal saya sudah setuju dan bersiap untuk melawannya,” ujar Buckley.
Alex Pereira Balas dengan Bukti Chat
Tak mau namanya tercoreng, Alex “Poatan” Pereira langsung menanggapi tuduhan tersebut lewat unggahan di media sosial. Ia bahkan membeberkan tangkapan layar pesan pribadi yang dikirimnya kepada Buckley pada tahun 2022, menunjukkan bahwa justru Buckley yang mundur dari tantangan.
“Kenapa kamu kirim aku postingan ini? Dari 15 orang yang lari, kamu yang pertama! Sekarang kembalilah ke antrean belakang,” tulis Pereira dalam pesan tersebut.
Unggahan itu langsung viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar MMA. Banyak penggemar mendukung Pereira dan menyebut Buckley hanya mencari sensasi untuk menaikkan pamor.
Baca Juga:
Hengkang UFC ke BRAVE CF, Muhammad Mokaev Ngotot Ubah Pandangan Publik MMA
Islam Makhachev Punya Peluang Emas di UFC 322, Belal Muhammad Ungkap Skenario Kunci Kemenangan
Nasib Berbeda, Jalan Karier Tak Sama
Meski duel tersebut tak pernah terwujud, keduanya menempuh perjalanan karier yang sangat berbeda. Buckley sempat mencatat enam kemenangan beruntun sebelum akhirnya kalah dari Kamaru Usman pada awal tahun ini.
Sementara itu, Pereira terus melesat. Setelah mendominasi di kelas menengah dan sempat mengalahkan Israel Adesanya, ia naik ke kelas berat ringan dan kini memegang sabuk juara dua divisi berbeda dalam waktu singkat — sebuah pencapaian langka di UFC.
Menuju Super Fight Lawan Jon Jones?
Kini, fokus Pereira tampaknya bukan lagi di kelas 205 pon. Seusai pertarungan di UFC 320, ia mengejutkan penggemar dengan menantang Jon Jones, juara kelas berat, dalam laga super di acara “UFC White House”.
Pertarungan tersebut bahkan disebut oleh Joe Rogan sebagai “the biggest fight in human history” jika benar-benar terjadi.
Namun, rencana itu membuat para pesaing di kelas berat ringan seperti Jiri Prochazka menunggu kepastian. Prochazka, yang kini mencatat dua kemenangan beruntun, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menjalani trilogi melawan Pereira.
“Saya siap kapan pun. Jika dia tidak naik kelas, mari kita selesaikan trilogi ini,” ucap Prochazka dalam wawancara terbaru.
Dengan karisma besar, performa menakutkan, dan sederet lawan yang menanti, Alex Pereira tampak berada di puncak dunia MMA. Satu hal yang pasti “Poatan” belum selesai menulis sejarahnya di UFC.
(Dist)











