BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Francesco Bagnaia resmi memasuki fase paling genting dalam kariernya. Setelah dua gelar dunia dan masa keemasan yang membuatnya menjadi ikon Ducati, musim 2025 berakhir dengan cara yang jauh dari harapan, terseok di posisi kelima klasemen dan kalah bersinar dari sesama penunggang Desmosedici.
Situasi ini membuat 2026 berubah dari sekadar musim biasa menjadi tahun penentu hidup–mati bagi Bagnaia di tim merah. Dengan kontraknya habis pada akhir 2026, Ducati disebut tak lagi mau bergantung hanya pada nama besar. Mereka mulai membuka radar, memantau siapa yang paling siap memimpin proyek mereka untuk era baru 2027.
Dan inilah daftar kandidat yang mulai masuk ke meja Gigi Dall’Igna, kandidat yang sewaktu-waktu bisa menjadi pengganti Pecco jika performa tak kunjung kembali.
- Alex Marquez — Naik Kelas Tinggal Menunggu Momen
Runner-up MotoGP 2025 ini mungkin menjadi kandidat paling logis. Alex bukan hanya cepat; ia konsisten, dewasa, dan mampu memaksimalkan GP25 dengan efisiensi yang bahkan membuat Ducati kagum. Jika 2026 berjalan stabil, jalan menuju tim pabrikan terbuka lebar.
- Fabio Quartararo — Bintang Besar yang Bisa Angkat Reputasi Ducati
Jika proyek Yamaha V4 gagal, Quartararo sangat mungkin membuka pintu keluar. Ducati tahu kapasitas juara dunia 2021 itu, dan kedatangannya bisa menjadi perpaduan ideal antara talenta murni dan kedewasaan balap. Nama besar dan paket komersial—yang sangat menggoda untuk proyek 2027.
- Fermin Aldeguer — Pewaris Masa Depan yang Sudah Disiapkan Ducati
Tak ada yang naik daun secepat Aldeguer pada 2025. Tiga podium, satu kemenangan, dan mental baja sebagai rookie membuktikan ia bukan talenta biasa. Karena terikat kontrak langsung dengan Ducati, promosi hanya soal “kapan”, bukan “jika”. Ia bisa menjadi tanda era baru di Ducati.
- Marco Bezzecchi — Pilar Kebangkitan Aprilia yang Bisa Dipinang
Bezzecchi menutup 2025 sebagai pembalap paling komplet di Aprilia. Konsisten, agresif, dan matang. Jika Aprilia tak bisa menahan kenaikan valuasinya setelah 2026, Ducati menjadi destinasi realistis. Gaya balapnya cocok dengan DNA Desmosedici.
- Pedro Acosta — Generasi Emas yang Bisa Jadi Langkah Berani Ducati
Acosta belum menang pada 2025, namun semua mata tetap tertuju padanya. Talenta sebesar ini tak mungkin bertahan jika KTM tak mampu menyediakan motor penantang gelar. Ducati bisa menjadi pelabuhan baru yang memberi Acosta paket juara.
Baca Juga:
Francesco Bagnaia Minta Ducati Berbenah Jelang MotoGP Argentina
Ducati tidak pernah sedingin ini terhadap pembalap utamanya. Namun setelah musim 2025 yang penuh inkonsistensi, mereka butuh jaminan. Bagnaia harus membuktikan bahwa ia masih layak menjadi “kapten kapal” dalam proyek 2027.
Jika tidak, Ducati sudah punya daftar nama yang siap menggantikan, dan daftar itu berisi pembalap yang lebih muda, lebih agresif, dan lebih haus gelar.
(Budis)











