BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa rencana amendemen Undang-Undang Dasar 1945 mulai disinggung dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (2/12). Namun pembicaraan tersebut baru sebatas percakapan ringan dan belum masuk pada substansi.
Muzani mengatakan bahwa MPR RI akan menjadwalkan pertemuan resmi dengan Presiden untuk membahas isu tersebut lebih mendalam.
“Sempat disinggung sebentar, harus ada persinggungan lagi sedikit. Iya, sempat disinggung, tetapi belum dalam,” ujar Muzani, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).
Ia menggambarkan pertemuan tersebut sebagai obrolan santai yang belum bertujuan memutuskan apa pun.
“Nanti MPR akan bertemu langsung secara resmi. Ini kan baru minum teh sore,” ujarnya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Siapkan Pengganti Noel, Siapa?
BNPB Jelaskan Penyebab Banjir Bandang Bali ke Prabowo
Selain soal konstitusi, Presiden Prabowo juga memaparkan kondisi tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang baru ia kunjungi untuk meninjau dampak banjir bandang dan longsor.
Wacana amendemen UUD 1945 kembali menguat dalam beberapa tahun terakhir, seiring munculnya gagasan perubahan dari sejumlah anggota dewan.
Muzani sebelumnya menegaskan bahwa setiap upaya amendemen harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tidak bisa terburu-buru, apalagi menyangkut aturan dasar kehidupan bernegara.
(Budis)











