BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nassourdine Imavov memilih bersikap dingin dan realistis di tengah rumor kencang soal rencana Khamzat Chimaev meninggalkan kelas menengah UFC. Imavov tidak terpancing drama rivalitas, petarung berjuluk The Sniper itu menegaskan satu hal: targetnya bukan Chimaev, melainkan sabuk juara.
Dalam beberapa pekan terakhir, Chimaev santer dikabarkan bakal naik ke divisi light heavyweight demi mengejar duel bernilai besar. Situasi itu secara otomatis memunculkan tanda tanya soal masa depan perebutan gelar kelas menengah. Namun bagi Imavov, rumor tersebut tidak mengubah peta jalan kariernya sedikit pun.
“Kalau Khamzat naik ke kelas berat ringan, itu tidak mengubah apa pun bagi saya,” ujar Imavov, dikutip dari Championat, Kamis (18/12/2025).
Bagi petarung berdarah Dagestan yang kini membela Prancis itu, keberadaan atau ketidakhadiran Chimaev hanyalah variabel. Tujuan akhirnya tetap sama: menjadi juara kelas menengah UFC.
“Saya tidak mengejar Khamzat. Saya mengejar sabuk yang dia bawa.” tegasnya.
Baca Juga:
Khamzat Chimaev Naik Meja Operasi, Perebutan Sabuk UFC Ditunda hingga 2026
Saat ini, Imavov memang berada dalam posisi strategis. Ia menduduki peringkat kedua kelas menengah dan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat penantang gelar berikutnya. Namun jalurnya menuju sabuk tak hanya bergantung pada Chimaev.
Imavov juga menyoroti duel Sean Strickland kontra Anthony “Fluffy” Hernandez yang dijadwalkan berlangsung Februari mendatang. Menurutnya, pemenang laga tersebut sangat mungkin langsung masuk antrean perebutan gelar.
Di sisi lain, Chimaev sendiri tidak menampik bahwa faktor finansial memainkan peran besar dalam keputusannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa duel lintas divisi, khususnya melawan juara light heavyweight Alex Pereira, menawarkan bayaran yang jauh lebih menggiurkan.
“Bayaran untuk pertarungan itu pasti besar,” kata Chimaev dalam wawancara dengan TalkSport.
“Namun siapa pun di kelas menengah juga menarik, Imavov, Strickland, Hernandez. Semua bisa menghasilkan banyak uang,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperjelas kontras antara kedua petarung. Chimaev berbicara tentang peluang, bayaran, dan manuver divisi. Sementara Imavov memilih jalur sunyi: tetap di rel juara, menunggu kesempatan, dan siap menyambar sabuk kapan pun pintu terbuka.
Jika Chimaev benar-benar hengkang setelah satu pertahanan gelar, kelas menengah UFC bisa memasuki era baru. Dan di tengah ketidakpastian itu, Imavov memastikan dirinya siap berdiri di garis depan, bukan untuk mengejar nama besar, melainkan untuk merebut mahkota tertinggi.
(Budis)











