JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Akhir-akhir ini jagat maya dihebohkan dengan kemunculan seorang Make Up Artist (MUA) asal Lombok bernama Deni Apriadi yang dijuluki ‘Sister Hong Lombok’ menyerupai wanita tulen. Sebab, selain penampilan feminim, netizen banyak menyoroti pada penggunaan hijab.
Kemunculannya, lantas memicu perdebatan sengit. Terlebih lagi, dampak dari dirinya viral, klien pun banyak membatalkan jasanya sebagai MUA.
Deni pun akhirnya mengklarifikasi, atas dirinya yang menjadi viral. Dalam sebuah press conference yang diselenggarakannya pada akhir pekan lalu, ia membantah berbagai narasi miring yang berkembang.
“Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan bahkan menuduh saya sebagai penista agama, menuduh saya sebagai kaum sodom, Sister Hong dari Lombok dan menuduhkan hal yang tidak saya lakukan,” kata Deni dalam keterangannya, dikutip Minggu (17/11/2025).
Menurut sejumlah klien yang pernah menggunakan jasanya, mereka sebelumnya tidak mengetahui bahwa sang MUA kerap berpenampilan menyerupai perempuan. Hal inilah yang membuat kegaduhan di media sosial semakin memuncak.
Pengakuan Sister Hong Lombok soal Penampilannya
Deni tidak menampik bahwa ia pernah tampil memakai hijab. Namun ia menekankan bahwa hal tersebut tidak dilakukan untuk tujuan buruk ataupun menipu orang lain. Ia menyebut bahwa penggunaan hijab merupakan bentuk kekagumannya pada sosok perempuan.
BACA JUGA:
Identitas MUA Sister Hong Lombok, Terungkap, Bayang-bayang Viral Bikin Klien Kabur
“Tetapi pilihan pakaian saya menyadari bahwa saya memang pernah menggunakan jilbab, bagi saya jilbab adalah simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan wanita yang selalu saya kagumi sejak bertahun-tahun lalu. Saya tidak pernah berniat menjadikan busana itu sebagai barang untuk menipu, atau melecehkan siapapun. Itu adalah ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman diri saya dari pelecahan,” terangnya.
Penjelasan tersebut sekaligus membantah tudingan bahwa irinya berniat menyamarkan identitas demi mendapatkan keuntungan sebagai pekerja rias wajah.
Tata Cara Ibadah sesuai Kodrat
Salah satu isu yang paling menyudutkan Deni adalah tudingan bahwa dirinya melakukan ibadah layaknya perempuan, termasuk memakai mukena ketika berada di masjid. Narasi ini menjadi salah satu pemicu utama kemarahan publik, khususnya dari mereka yang menilai tindakan tersebut melanggar norma agama.
Namun Deni membantah keras isu tersebut. Ia mengaku memahami aturan agama dan tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan.
“Dan menyatakan tuduhan bahwa saya menyampaikan tuduhan saya menggunakan mukena masuk ke masjid dan beribadah adalah tidak benar. Saya menghormati rumah ibadah, saya menghormati tata cara ibadah, dan memahami adab-adab dalam agama,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa dirinya tidak mungkin melanggar batas-batas agama yang ia pahami dengan baik.
(Saepul)











