BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah masa jeda panjang dari dunia tenis, Ons Jabeur akhirnya mengumumkan “kemenangan terbesar” dalam hidupnya bukan di lapangan, melainkan di kehidupan pribadi.
Petenis berkebangsaan Tunisia yang dijuluki Menteri Kebahagiaan Tenis itu mengungkapkan bahwa ia dan sang suami sekaligus fisioterapisnya, Karim Kamoun, sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka pada April 2026.
Kabar bahagia ini disampaikan Jabeur pada Senin (10/11) melalui unggahan video lembut di media sosial, diiringi lagu “Perfect” dari Ed Sheeran dan Beyoncé. Dalam video itu, tampak raket mungil dan baju tenis bayi, simbol manis dari babak baru kehidupannya.
“Beristirahat sejenak untuk menyegarkan diri dan mengisi ulang tenaga… Ternyata, kami telah merencanakan comeback termanis yang pernah ada,” tulis Jabeur.
“Lapangan harus menunggu sedikit lebih lama, karena sebentar lagi kami akan menyambut rekan satu tim terkecil kami,” sambungnya.
Bagi banyak penggemar, pengumuman ini menjadi momen emosional. Sebab, perjalanan Jabeur dalam beberapa musim terakhir begitu penuh liku. Ia sempat mengalami kekecewaan mendalam setelah gagal memenangkan Grand Slam, termasuk dua kali menjadi runner-up Wimbledon (2022 dan 2023).
Baca Juga:
Raih Gelar WTA Finals, Elena Rybakina Ungkap Rencana Tes Medis di Eropa
Dalam dokumenter pribadinya This Is Me (2024), Jabeur sempat mengungkapkan luka batin itu dengan jujur.
“Itu adalah kekalahan terberat dalam karier saya… tidak hanya kehilangan Wimbledon, tapi juga merasa seperti impian untuk punya bayi ikut lenyap bersama trofi,” ucapnya.
Namun kini, luka itu berubah menjadi kebahagiaan. Ia dan Karim, yang telah menjadi tim solid baik di dalam maupun luar lapangan, akhirnya mendapatkan anugerah yang mereka idamkan sejak lama.
Sejak mundur dari Wimbledon 2025 setelah hanya bermain 26 menit di babak pertama karena cedera, Jabeur memutuskan mengambil rehat tak terbatas dari tenis. Ia mengaku tidak lagi menemukan kebahagiaan yang sama di lapangan, sebuah pengakuan jujur dari sosok yang selama ini dikenal penuh tawa dan energi positif.
“Saya tidak benar-benar merasa bahagia di lapangan selama beberapa waktu,” ujarnya saat itu.
Mantan petenis peringkat 2 dunia itu sempat merosot ke posisi 79 dunia, namun justru menemukan kedamaian dalam hal yang tak bisa diukur oleh peringkat.
(Budis)











