Operator Lampu Cekatan Operasikan Lighting Panggung Seni Ketoprak Secara Manual, Diapresiasi Netizen

lampu ketoprak
(Instagram Bungkus Shooting)
-

Tidak ada video disisipkan.

DEMAK, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah video yang memperlihatkan keseharian di balik panggung pertunjukan ketoprak di Demak, Jawa Tengah, menjadi sorotan dan menuai apresiasi warganet di media sosial. Video singkat yang diunggah oleh akun @bungkusshooting tersebut menampilkan momen bagaimana seorang operator panggung mengatur pencahayaan pertunjukan dengan cara yang manual dan penuh ketelitian.

Dalam video itu terlihat, sang operator dengan cekatan mengoperasikan peralatan pencahayaan yang terbilang sederhana. Alih-alih menggunakan konsol lighting modern, ia mengandalkan kombinasi kabel dan sakelar untuk menciptakan efek cahaya yang mendukung suasana di atas panggung.

Meski hanya bermodal peralatan terbatas, kreativitas dan semangat juang para pelaku seni dalam mempertahankan tradisi ketoprak tampak sangat jelas. Peralatan yang sederhana justru menyoroti dedikasi tinggi untuk menghidupkan kesenian tradisional di tengah keterbatasan.

Video ini dengan cepat memancing respons positif dari netizen. Banyak komentar yang mengungkapkan kekaguman atas kepiawaian dan semangat “juang” sang operator serta kru di balik layar. Momen ini dinilai sebagai pengingat akan daya kreasi dan vitalitas seniman lokal dalam melestarikan warisan budaya, di mana pun dan dengan peralatan apa pun.

Apa itu Ketoprak?

Ketoprak dikenal sebagai seni teater tradisional khas suku Jawa yang memadukan unsur drama, tari, dan musik. Kesenian yang hidup di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ini memiliki sejarah panjang dan keunikan dalam penceritaannya.

Pada masa awalnya, pertunjukan Ketoprak diiringi oleh bunyi ritmis dari lesung (alat penumbuk padi) yang dipukul. Karena itu, bentuk kesenian ini populer dengan sebutan Ketoprak Lesung. Iringan lesung ini berfungsi sebagai musik pembuka, penutup, dan penyeling antar adegan.

Seiring perkembangannya, Ketoprak berevolusi menjadi bentuk pertunjukan yang lebih kompleks. Instrumen pengiringnya beralih dari lesung ke seperangkat gamelan Jawa, dengan pengolahan cerita dan tata musik yang lebih rumit. Versi inilah yang sering disebut sebagai Ketoprak Mataram.

BACA JUGA

Merpati Local Culture 2025: Kemeriahan Kolaborasi Seni Budaya Lokal, Tarian dan Busana Nusantara

Teater Alibi Bandung “Rumah Seni Alibi” mementaskan SDSR

Mengangkat Legenda, Menghindari Epos

Tema cerita yang dibawakan dalam Ketoprak sangat beragam. Umumnya, lakon diambil dari cerita rakyat, legenda, dan babad sejarah Jawa. Namun, uniknya Ketoprak tidak mengadaptasi repertoar dari epos besar seperti Ramayana dan Mahabharata.

Terdapat beberapa jenis Ketoprak yang berkembang, di antaranya:

  • Ketoprak Lesung: Versi paling tradisional dengan iringan lesung.
  • Ketoprak Mataram: Versi yang telah menggunakan iringan gamelan lengkap.
  • Ketoprak Ponorogo: Khas daerah Ponorogo dengan latar cerita yang seringkali berkaitan dengan budaya Warok setempat.
  • Ketoprak Tobong: Ditandai dengan kelompok keliling yang berpindah-pindah tempat (tobong singkatan dari “toto bongkar” atau pasang-bongkar perlengkapan).
  • Ketoprak Dor: Merupakan hiburan masyarakat Jawa yang bermukim di Deli, Sumatra Timur.

Dengan kekayaan cerita dan evolusi bentuknya, Ketoprak tetap bertahan sebagai salah satu pilar penting dalam khazanah seni pertunjukan tradisional Indonesia.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

2

Saatnya Hangatkan Tubuh dengan Sup Miso! Cek, Resepnya

3

Profil Hard Gumay, Paranormal yang Ramalkan Perceraian Andre Taulany

4

Apakah Apple Watch Bisa Ditautkan ke Perangkat Android?

5

Hari Ini Sebagian Besar Kota di Indonesia Diguyur Hujan
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg