JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih menjadi jalur karier paling diminati oleh lulusan SMA/SMK hingga sarjana (S-1). Selain menjanjikan kepastian kerja, profesi aparatur sipil negara (ASN) juga menawarkan jenjang karier yang relatif stabil.
Namun, ketatnya persaingan kerap menjadi tantangan utama bagi pelamar. Setiap tahunnya, satu formasi CPNS bisa diperebutkan oleh ribuan peserta.
Meski demikian, peluang lolos seleksi sejatinya dapat diperbesar dengan strategi yang tepat, salah satunya memilih kementerian atau lembaga yang relatif sepi peminat, tetapi tetap menawarkan gaji dan tunjangan kompetitif.
Bagi masyarakat yang mulai bersiap menghadapi CPNS 2026, data seleksi sebelumnya dapat dijadikan rujukan awal.
Berdasarkan catatan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada seleksi CPNS 2024, terdapat sejumlah instansi pemerintah yang jumlah pelamarnya tergolong rendah.
Menariknya, minimnya peminat tidak selalu berbanding lurus dengan rendahnya penghasilan. Bahkan, beberapa instansi justru menawarkan gaji hingga Rp 12 juta per bulan, khususnya bagi lulusan S-1.
Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka?
Hingga saat ini, Kementerian PANRB bersama BKN belum mengumumkan jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS 2026. Menteri PANRB Rini Widyantini menjelaskan bahwa pemerintah masih menyelesaikan proses pengangkatan ASN hasil seleksi sebelumnya.
Di sisi lain, seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk melakukan analisis kebutuhan ASN lima tahun ke depan. Evaluasi ini mencakup potensi penambahan jabatan baru, pengurangan formasi, maupun penyesuaian struktur organisasi sesuai arah kebijakan nasional.
Analisis kebutuhan ini menjadi dasar pemerintah dalam menentukan jumlah dan jenis formasi CPNS yang akan dibuka pada seleksi mendatang.
10 Kementerian dan Lembaga Sepi Peminat dengan Gaji Tinggi
Berkaca pada data pendaftaran CPNS 2024, berikut daftar 10 kementerian dan lembaga yang relatif sepi peminat namun menawarkan kisaran gaji menarik.
1. Sekretariat Jenderal Komnas HAM
Instansi ini membuka 38 formasi dengan total 292 pelamar. Untuk lulusan S-1, penghasilan yang diterima dapat mencapai Rp 12,5 juta per bulan, tergantung jabatan dan kelasnya.
2. Sekretariat Jenderal MPR RI
Setjen MPR menyediakan 25 formasi dan diikuti 306 pelamar. Beberapa posisi teknis, seperti pengelola sistem dan teknologi informasi, menawarkan gaji sekitar Rp 2,7 juta hingga Rp 5,4 juta.
3. Kementerian PANRB
Dengan 61 formasi dan 311 pelamar, Kementerian PANRB tergolong sepi peminat. Gaji untuk lulusan S-1 berada di kisaran Rp 9,6 juta hingga Rp 12,2 juta per bulan.
4. Kementerian Koordinator Bidang PMK
Instansi ini membuka 65 formasi dengan 314 pelamar. Jabatan fasilitator pemerintahan menawarkan gaji sekitar Rp 3 juta sampai Rp 6 juta per bulan.
5. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
BRIN membuka 500 formasi, namun hanya diikuti 397 pelamar. Untuk posisi peneliti ahli muda, penghasilan berkisar Rp 7 juta hingga Rp 11 juta per bulan.
6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
BPIP membuka 53 formasi dengan 570 pelamar. Gaji auditor ahli pertama berada di kisaran Rp 8,8 juta hingga Rp 9,9 juta, sementara jabatan hukum sekitar Rp 6,9 juta sampai Rp 7,3 juta.
7. Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas)
Setjen Wantannas membuka 86 formasi dengan 731 pelamar. Gaji ASN di instansi ini berkisar Rp 6,7 juta hingga Rp 8 juta per bulan.
8. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
BNPT menyediakan 194 formasi dan diikuti 773 pelamar. Kisaran gaji berada di angka Rp 5,5 juta hingga Rp 8 juta.
9. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial
Setjen KY membuka 145 formasi dengan 848 pelamar. Gaji yang diterima ASN berkisar Rp 5 juta sampai Rp 9 juta per bulan.
10. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Kemenko Polhukam membuka 86 formasi dengan 946 pelamar. Meski peminat relatif lebih banyak, gaji tetap menarik dan bisa mencapai Rp 9 juta per bulan.
Baca Juga:
Asyik! Purbaya Bebaskan Pajak bagi Pekerja Penghasilan Dibawah Rp10 Juta
Indonesia Soroti Serangan AS ke Venezuela, Ini Sikap Resmi Kemlu
Strategi Cerdas Hadapi CPNS 2026
Data seleksi sebelumnya menunjukkan bahwa instansi sepi peminat tidak selalu identik dengan gaji rendah. Justru, beberapa kementerian dan lembaga tersebut menawarkan penghasilan yang kompetitif dengan tingkat persaingan lebih longgar.
Bagi calon pelamar CPNS 2026, memilih instansi secara strategis bisa menjadi langkah krusial untuk meningkatkan peluang lolos seleksi sekaligus memperoleh karier ASN yang menjanjikan.
(Dist)











