BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Banjir yang terus melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir mendorong Pemerintah Kota mengambil langkah cepat untuk melindungi warga. Curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor membuat aktivitas masyarakat terhambat, termasuk kegiatan sekolah dan layanan publik.
Di tengah kondisi darurat tersebut, Pemkot Padang memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan kebijakan itu diambil agar siswa dan guru terhindar dari risiko saat banjir masih terjadi.
“Surat edarannya sedang kami siapkan,” ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (27/11/2025).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung meninjau lokasi banjir di Lubuk Minturun. Ia memerintahkan kantor lurah dan camat dibuka sebagai tempat evakuasi sementara, mengingat banyak warga yang harus mengungsi akibat rumah mereka tergenang. Langkah ini diambil karena sejumlah titik banjir belum surut dan potensi hujan susulan masih tinggi.
Baca juga:
Banjir dan Longsor Meluas, Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Banjir Bandang Tapanuli Selatan: 13 Warga Tewas, 113 Luka-Luka
Fadly juga menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak terdampak banjir untuk tetap bertugas, memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan fasilitas evakuasi dapat difungsikan maksimal.
“ASN harus siap membantu warga yang membutuhkan tempat berlindung,” tegasnya.
Menghadapi keterbatasan personel penyelamatan, Fadly meminta pegawai yang memiliki pengalaman rescue untuk kembali bergabung dengan BPBD.
“Ini situasi darurat. Kita butuh tenaga yang memahami penanganan kebencanaan agar evakuasi berjalan cepat,” katanya.











