BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyoroti menguatnya wacana pergantian kabinet atau reshuffle dalam beberapa waktu terakhir. Juru Bicara partai, Guntur Romli, menegaskan bahwa jika reshuffle dilakukan, pertimbangan utama haruslah kinerja menteri dan kepentingan rakyat, bukan politik.
“Kami harapkan kalaupun terjadi reshuffle, itu memang benar-benar atas dasar pertimbangan kinerja dan kepentingan rakyat secara riil. Bukan bagi-bagi jabatan, bukan kalkulasi politik, bukan pengalihan isu,” kata Guntur dalam program Inside Politics CNN Indonesia TV, Selasa (27/1/2026) malam.
Guntur menyatakan, Presiden tentu memiliki berbagai laporan evaluasi kinerja para menteri. Ia mengingatkan agar menteri dengan tingkat kepuasan publik tinggi tidak justru digantikan karena alasan politik.
“Jangan sampai yang diganti misalnya itu yang kepuasannya tinggi malah diganti, karena dia mungkin tidak punya dukungan politik yang kuat. Sebaliknya, yang disorot publik malah tetap dipertahankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, percakapan publik dan berbagai hasil survei telah menunjukkan kementerian mana yang kinerjanya dinilai rendah maupun tinggi. Meskipun reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden, masyarakat, kata dia, yang akan merasakan dampak akhir dari setiap perubahan kebijakan.
Baca Juga:
Desas-Desus Reshuffle Kabinet Merah Putih, Dijawab Tegas Mensesneg
Menanggapi isu yang sama, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari menyebutkan bahwa evaluasi terhadap kinerja menteri terkait program prioritas memang terus dilakukan oleh Presiden.
“Evaluasi itu bisa berbentuk rekomendasi, saran arahan, atau instruksi. Tetapi dalam konteks tertentu dan mungkin dalam timeline tertentu, bisa saja berpengaruh terhadap program-program yang, eh, maksud saya bisa berujung kepada bentuk-bentuk keputusan politik yang lain,” katanya.
Sebelumnya, Istana telah membantah isu reshuffle dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merotasi jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.
“Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin (19/1) lalu.











