BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Media Honduras kembali menyoroti keputusan mengejutkan John Herdman yang memilih menerima pinangan Timnas Indonesia. Kali ini, alasan di balik langkah sang pelatih asal Inggris itu diungkap lebih gamblang, tawaran kontrak bernilai fantastis dari PSSI.
Laporan media Honduras, Once Noticias, menyebut keputusan Herdman menolak Timnas Honduras dan memilih Indonesia sebagai langkah yang sulit dipercaya. Pasalnya, nama Herdman sempat masuk radar utama Federasi Sepak Bola Honduras (FFH) untuk memimpin La H dalam siklus baru tim nasional.
Namun kenyataan berkata lain. Once Noticias mengungkap bahwa Herdman telah mencapai kesepakatan dengan PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia pada periode 2026 hingga 2030. Keputusan tersebut disebut mengejutkan publik Tegucigalpa.
“John Herdman, warga Inggris yang menjadi salah satu nama paling dinantikan penggemar Honduras, telah mengambil keputusan akhir tentang masa depannya: Honduras tidak ada dalam rencananya,” tulis Once Noticias, dikutip Rabu (24/12/2025).
Media tersebut bahkan menyebut Herdman memilih “tantangan eksotis Asia Tenggara” ketimbang memimpin tim nasional Honduras. Namun di balik narasi itu, faktor finansial disebut memainkan peran besar.
Dalam judul beritanya, Once Noticias secara terang-terangan menyinggung soal jutaan dolar yang ditawarkan Indonesia.
“LAGI-LAGI ‘TIDAK’ UNTUK H! John Herdman menolak Honduras dan terpikat jutaan dolar dari tim nasional eksotis,” tulis media tersebut, dengan ‘H’ merujuk pada julukan Timnas Honduras, La H.
Baca Juga:
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Segera Diumumkan Bulan Ini
Tak hanya soal nominal besar, keseriusan PSSI juga menjadi pembeda. Once Noticias menilai federasi Indonesia bergerak cepat dan tegas dalam negosiasi. Dua pertemuan dengan presiden federasi saja disebut sudah cukup untuk meyakinkan Herdman.
“Di Indonesia, mereka tidak main-main. Dua pertemuan dengan presiden federasi mereka sudah cukup untuk meyakinkan orang Inggris itu dengan kontrak ribuan dolar per bulan, angka yang di Honduras tampaknya tidak terjangkau atau setidaknya tidak berani ditawarkan tepat waktu,” tulis laporan tersebut.
Reputasi Herdman memang membuatnya bernilai tinggi. Pelatih berusia 50 tahun itu sukses merevolusi Timnas Kanada, membangun identitas permainan baru, serta mengantar Kanada kembali ke Piala Dunia 2022 Qatar. Prestasi tersebut membuat namanya diminati banyak federasi.
Di Piala Dunia 2022, Kanada memang selalu kalah dalam tiga laga fase grup. Namun kekalahan tipis dari Belgia dan Maroko, dua tim yang akhirnya melaju jauh hingga semifinal dinilai sebagai pengalaman berharga dan bukti fondasi kuat yang dibangun Herdman.
(Budis)











