BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Memasuki pertengahan Februari dan menjelang bulan suci Ramadhan, harga Minyakita di Pasar Tagog Padalarang masih belum sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Salah seorang pembeli, Dede, mengaku kenaikan harga minyak goreng cukup memberatkan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga harian. Ia menyebut harga minyak menjadi salah satu pengeluaran yang sulit ditekan di tengah naiknya bahan pokok lain.
“Belanja jadi harus disesuaikan sama uang yang dibawa. Minyak sekarang juga mahal,” ujarnya saat ditemui di Pasar Tagog, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga:
Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tagog Padalarang Merangkak Naik
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh pedagang beras dan sembako, Irfan Maulana. Menurutnya, kenaikan harga Minyakita mulai terasa sejak sepekan terakhir. Ia menyebut harga di lapak belum bisa mengikuti HET.
“Kalau dari pemerintah HET-nya Rp15.700, tapi kenyataannya harga Minyakita di tingkat pasar masih dijual di kisaran Rp18.200 hingga Rp18.400.” kata Irfan.
Irfan menambahkan, tingginya harga minyak goreng berdampak pada minat beli masyarakat. Sejumlah pembeli memilih menunda pembelian atau membeli dalam jumlah lebih sedikit sambil berharap harga turun menjelang Ramadhan. Namun hingga kini, ia mengaku belum merasakan dampak nyata dari upaya penurunan harga di lapangan.
Baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah dapat memastikan distribusi Minyakita berjalan lebih merata dan harga benar-benar sesuai HET, agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau menjelang dan selama Ramadhan.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











