JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah mengklaim, melalui Pertamina telah melakukan negosiasi dengan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo untuk mengatasi persediaan stok bahan bakar minyak (BBM) yang kosong.
Diketahui, BP dan Vivo sempat hampir mencapai kesepakatan untuk membeli base fuel dari Pertamina. Akan tetapi, kesepakatan tidak terealisasi lantaran spesifikasi bahan bakar yang ditawarkan tidak sesuai dengan standar yang mereka inginkan.
Adapun base fuel dari Pertamina mengandung etanol sebesar 3,5 persen, sedangkan BP dan Vivo meminta bahan bakar tanpa campuran. Perbedaan spesifikasi inilah yang menyebabkan negosiasi sebelumnya tidak menemukan titik temu.
Sementara itu, Shell disebut belum melakukan negosiasi pada tahap awal karena masih melakukan pembahasan internal di tingkat perusahaan. Namun kini, kabarnya semua SPBU swasta sudah aktif bernegosiasi dengan Pertamina.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa seluruh SPBU swasta sudah memulai proses negosiasi dengan Pertamina.
“Kalau informasi terakhir yang saya dapat dari Pertamina, semua sudah bernegosiasi. Kalau sebelumnya kan ada satu yang masih belum. Sekarang sudah semuanya bernegosiasi,”
jelas Laode Sulaeman, dikutip Sabtu (25/10/2025).
BACA JUGA:
Bahlil Tekankan Pertamina Bebenah Kualitas Guna Bersaing dengan Shell Dkk
Meskipun proses negosiasi telah berjalan, Laode menyebut hasil akhirnya belum bisa dipastikan.
“Tapi hasil akhirnya seperti apa nanti kita tunggu. Dia sampai dulu di SPBU-nya baru kita sampaikan,”
lanjutnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Laode juga menjelaskan bahwa mekanisme lelang antara Pertamina dan SPBU swasta kini berubah. Bila sebelumnya dilakukan secara serentak, kini sistem tersebut diganti menjadi lelang langsung (private) antara masing-masing pihak.
Perubahan sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses kesepakatan dan memperlancar pasokan BBM ke SPBU swasta yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kekosongan stok.
“Mungkin hari Jumat insyaallah itu sudah ada hasil yang lebih konkret. Pertamina secara private antara masing-masing Pertamina dengan badan swasta. (Akhir Oktober) Optimis, nanti kita tunggu saja,”
ujar Laode optimis dalam keterangan pekan lalu.
Dengan seluruh SPBU swasta kini sudah masuk dalam proses negosiasi, pemerintah berharap pasokan BBM bisa kembali tersedia pada akhir Oktober tahun ini.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat karena stok di beberapa SPBU swasta seperti Shell dan Vivo sempat habis total, membuat pengendara kesulitan mendapatkan bensin non-subsidi pilihan mereka.
Meskipun belum ada kepastian tanggal pasti, indikasi positif mulai terlihat dari koordinasi antara pihak swasta dan Pertamina yang berjalan intensif. Pemerintah pun optimis kondisi ini akan segera normal dalam waktu dekat.
(Saepul)











