JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Media Iran, Fars, mengabarkan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah ali Khamenei, telah telah meninggal dunia. Pengumuman itu disampaikan usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei di Truth Social pada Minggu (1/2/2026).
Melansir Sky News, Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah ia dibunuh di kantornya pada Sabtu dini hari, demikian dilaporkan media pemerintah.
Setidaknya empat bangunan di kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat Teheran dihantam bom pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai bagian dari serangan besar-besaran AS-Israel di Iran.
Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya tewas dalam serangan itu, menurut kantor berita Fars yang yang berafiliasi dengan pemerintah Iran pada Minggu pagi.
Sementara itu, Al Arabiya melaporkan mengutip sumber-sumber terpercaya di lingkungan keluarga pemimpin tertinggi, Fars mengatakan bahwa seorang putri, seorang menantu laki-laki, seorang cucu, dan seorang menantu perempuan Khamenei termasuk di antara korban tewas.
Baca Juga:
Serangan AS-Iran Bergejolak, Prabowo Siap ke Tehran Jadi Mediator Damai
Laporan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan udara. Klaim itu sebelumnya dibantah oleh media pemerintah Iran.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump di Truth Social.
Trump menyebutnya sebagai kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Ia menambahkan bahwa operasi militer AS akan terus berlanjut.
Perlu dicatat, sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran terkait kabar kematian Ayatollah ali Khamenei.
(Dist)











