BANDUNG, TEROPONMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program “Sleman Pintar”. Tak hanya memberikan bantuan pendidikan, program ini kini diperluas dengan menjalin kemitraan strategis bersama sektor industri.
Langkah ini bertujuan menciptakan lulusan yang tidak hanya berpendidikan, tetapi juga mandiri, memiliki keterampilan kerja, dan siap terjun ke dunia industri.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, menegaskan bahwa kolaborasi yang dijalankan dalam Program Sleman Pintar merupakan upaya serius dan terencana.
Selain menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi, program ini juga melibatkan dunia industri melalui penempatan mahasiswa penerima bantuan pendidikan ke dalam skema magang jangka panjang.
Penempatan tersebut mencakup berbagai perusahaan mitra, termasuk yang berada di kawasan industri utama seperti Karawang dan Cikarang, sebagai bagian dari strategi mencetak lulusan yang siap kerja.
“Untuk program Sleman Pintar ini selain kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, juga sudah bekerja sama dengan beberapa dunia industri. Mahasiswa dalam proses magangnya nanti sudah ditempatkan di perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra perguruan tinggi tersebut,” ujar Ari dalam jumpa pers di Pendopo Pemkab Sleman, dikutip Selasa (21/10/2025).
Program ini disusun untuk membentuk kemandirian finansial dan kesiapan profesional sejak masa kuliah. Peserta yang mengikuti skema magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja nyata, tetapi juga menerima uang saku sebagai bentuk dukungan.
Dengan begitu, mereka didorong untuk mulai mengelola keuangan pribadi secara mandiri selama masa pendidikan.
“Selama magang mereka diharapkan mendapatkan uang saku. Dengan begitu, mereka bisa mengelola keuangannya sendiri dan membiayai kebutuhan hidup maupun kuliah tanpa hanya bergantung pada bantuan,” katanya.
Sistem perkuliahan ini terbilang unik: mahasiswa menempuh empat semester teori di kampus, lalu menjalani magang kerja yang intensif selama sekitar satu setengah tahun—meliputi semester lima, enam, dan tujuh.
Magang ini tidak hanya diakui sebagai mata kuliah, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata dan sertifikat berharga.
Langkah terobosan Pemkab Sleman ini bahkan menjangkau PT Cenco di Karawang yang menaungi sejumlah perusahaan besar di sektor otomotif.
“Kita Pemda Sleman sudah menjajaki kerja sama industri sampai ke Karawang, Cikarang, dan beberapa dunia industri di Sleman.
Selama satu setengah tahun magang, otomatis mahasiswa sudah beradaptasi dengan dunia industri. Jadi perusahaan bisa langsung merekrut mereka karena sudah tahu kinerjanya,” terang Ari.
Kerja sama dengan grup perusahaan membuka peluang yang lebih luas.
“Kalau misalnya tidak diterima di satu perusahaan, bisa ditawarkan di perusahaan lain yang masih satu grup. Ini membuka peluang kerja lebih luas bagi peserta Sleman Pintar,” tambahnya.
Pemkab Sleman tidak hanya menjalin kemitraan dengan industri di luar daerah, tetapi juga tengah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan lokal.
Baca Juga:
Langkah ini bertujuan membuka peluang bagi peserta program yang ingin membangun karier di daerah asalnya, sekaligus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan lokal.
“Tidak semua generasi muda di Sleman ingin kerja di luar daerah. Karena itu, kami juga mendorong perusahaan-perusahaan di Sleman agar berperan dalam pengentasan kemiskinan, terutama bagi keluarga peserta program Sleman Pintar,” kata Ari.
(Vini Virdiyanti/Budis)











