BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah melakukan proses validasi data pelaku UMKM yang terdampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha kecil mendapat perhatian dan perlindungan selama proyek transportasi massal tersebut berjalan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, menjelaskan data awal mengenai UMKM terdampak berasal dari Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan perlu diverifikasi ulang agar lebih akurat.
“Data yang kami terima masih perlu dipastikan kembali agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat. Kami ingin semua yang terdampak mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat sebelum proses sosialisasi dimulai,” kata Budhi, Sabtu (1/11/2025).
Budhi menambahkan, pihaknya telah menyiapkan lokasi untuk kegiatan sosialisasi, namun pelaksanaannya menunggu hasil finalisasi data dari Kementerian Perhubungan.
Baca Juga:
Selvi Gibran Dorong UMKM Batik Kabupaten Bandung, Dorong Motif Kina sebagai Identitas Lokal
Proyek BRT Bandung Dimulai, Pemkot Siapkan Kompensasi untuk 336 Jukir
“Kami siap mendampingi proses sosialisasi, tetapi jadwalnya menyesuaikan dengan validasi data akhir dari pusat,” ujarnya.
Budhi juga menyarankan masyarakat yang ingin mengetahui titik-titik pembangunan BRT untuk berkoordinasi langsung dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung selaku instansi teknis. Meski demikian, Dinas Koperasi dan UKM akan tetap terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi bersama Dishub dan Kementerian Perhubungan.
Melalui koordinasi lintas instansi ini, Pemkot Bandung berupaya memastikan agar dampak pembangunan BRT terhadap UMKM dapat diminimalkan, sekaligus memberikan kepastian dan rasa aman bagi para pelaku usaha.
“Kami ingin para pelaku UMKM merasa dilibatkan, terlindungi, dan tidak kehilangan sumber penghidupan selama proyek berlangsung. Pemerintah kota berkomitmen menjaga keberlangsungan usaha kecil di tengah proses transformasi transportasi publik yang sedang dijalankan,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











