BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan secara intensif melanjutkan operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pada hari ketiga operasi, Sabtu (15/11/2025), tim mengerahkan sembilan anjing pelacak dan sembilan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Upaya ini difokuskan pada titik-titik sulit dijangkau guna menemukan warga yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menjelaskan bahwa anjing pelacak berasal dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng, yang diterjunkan untuk membantu pencarian.
Selain itu, personel gabungan dari berbagai instansi juga turut serta dalam operasi kemanusiaan ini. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan dukungan logistik dan medis di lapangan berjalan optimal.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB ini menimbun sejumlah rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.
Baca Juga:
Longsor di Cilacap: 21 Orang Hilang, 2 Meninggal
Kebut Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Kerahkan 8 Alat Berat
Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya keras mencari 20 warga yang dilaporkan tertimbun, terdiri atas enam warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Longsor merusak 12 rumah warga dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare.
Material longsor menimbun permukiman serta menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter, menunjukkan parahnya kondisi geologis di lokasi kejadian.
(Anisa Kholifatul Jannah)











