BANDUNG, TEROPONGMEDI.ID — Seorang pria berinisial AR (31) ditangkap polisi setelah diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan korban dan keluarganya dapat diterima sebagai anggota Polri.
Kasus ini terjadi antara Februari hingga Mei 2025 di kawasan Gedung DPR/MPR RI. Aksi bermula ketika korban, A (30), berkenalan dengan pelaku yang mengaku sebagai staf salah satu anggota Komisi III DPR RI.
Terbujuk rayuan pelaku, korban kemudian mentransfer uang senilai Rp750 juta ke rekening AR sebagai biaya pengurusan. Namun hingga proses seleksi berakhir, tidak satu pun anggota keluarga korban yang dijanjikan lolos menjadi anggota Polri.
Merasa ditipu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Tanah Abang pada 12 Oktober 2025. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku di kawasan Jakarta Pusat.
“Tersangka kami amankan bersama barang bukti berupa dokumen mutasi rekening, percakapan WhatsApp, dan satu buah flashdisk. Saat ini tersangka telah ditahan di Polsek Metro Tanah Abang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025).
Sedangkan, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan tersangka dengan sengaja menggunakan nama besar institusi kepolisian serta mengatasnamakan anggota dewan untuk melancarkan aksinya.
“Modus seperti ini mencoreng nama baik institusi. Ini bentuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat dan harus diberantas. Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang mencoba memanfaatkan posisi atau pengaruh untuk keuntungan pribadi dalam proses seleksi anggota Polri,” tutur dia.
Baca Juga:
Polisi Ringkus Tersangka Kasus Penipuan Tanah Kavling dan Perumahan Subsidi di Bekasi
Pejabat Pemkab Karawang Dilaporkan ke Polda Jabar, Kasus Dugaan Penipuan!
Lebih lanjut, Kombes Susatyo menegaskan pihak kepolisian akan terus mengungkap jaringan pelaku penipuan dengan modus serupa.
“Kami pastikan, siapa pun yang terlibat dalam praktik ilegal seperti ini akan kami kejar dan tindak tegas. Polri bukan lembaga yang bisa dimasuki melalui jalur uang. Proses seleksi anggota Polri sepenuhnya murni, gratis, dan transparan,” tegasnya.
(Virdiya/Aak)











