BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Ketegangan menuju penghujung musim bulutangkis semakin terasa. SATHIO GROUP Australia Open 2025, turnamen terakhir dalam kalender sebelum HSBC BWF World Tour Finals, resmi menjadi arena penentuan bagi para pemain yang masih berebut kursi terakhir menuju final musim. Dengan poin besar dan selisih ketat di daftar kualifikasi, atmosfer memanas bahkan sebelum shuttlecock pertama dipukul.
Drama Tunggal Putra: Naraoka Memimpin, Lin Chun-Yi Berjuang Mati-Matian
Kemenangan monumental Kodai Naraoka di Kumamoto Masters Jepang akhir pekan lalu menjadi titik balik persaingannya. Melesat ke peringkat 8 Race to Finals, Naraoka kini memegang kendali, namun masih harus mengamankan posisinya di Sydney.
Unggulan empat itu akan membuka langkah menghadapi Sheng Xiaodong, sebelum potensi duel berat kontra rising star India Ayush Shetty di babak kedua.
Di sisi lain, Lin Chun-Yi masih memburu peluang terakhir. Meski tertinggal 5.980 poin dari Naraoka, semifinal adalah syarat minimal untuk menjaga asa. Sementara itu, pesaing lain, Loh Kean Yew, resmi mengundurkan diri, membuka sedikit celah bagi Lin untuk menusuk ke posisi delapan besar.
Baca Juga:
Fajar/Fikri Ungkap Kunci Sukses Tembus Semifinal French Open 2025
Ganda Putra: Empat Pasangan Bersaing, Dua Slot Tersisa
Sektor ganda putra menghadirkan persaingan paling padat menuju Finals. Ada lima pasangan yang secara matematis masih dalam perebutan dua tiket terakhir:
- Kedren/Puavaranukroh (Thailand)
- Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin (Chinese Taipei)
- Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen (Chinese Taipei)
- Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Chinese Taipei)
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)
Namun pasangan Thailand Kedren/Puavaranukroh dipastikan tersingkir setelah gagal melangkah jauh di Australia. Artinya, empat pasangan lainnya akan bertarung habis-habisan dalam duel perhitungan poin.
Posisi sementara:
- Chiu/Wang – 66.120 poin
- Lee/Lee – 65.830 poin
- Lee/Yang – 64.880 poin
Fajar/Fikri tetap menjadi kuda hitam. Gelar China Open pekan lalu membuat mereka masih punya peluang realistis selama mampu melangkah jauh.
Ganda Campuran: Indonesia vs Thailand di Jalur Semifinal
Ganda campuran menjadi sektor dengan plot paling dramatis:
Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand) akan bersaing langsung dengan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia). Siapa pun pemenangnya kemungkinan besar mengamankan satu tempat menuju Finals.
Tunggal Putri: An Se Young Kejar Rekor Super
Di tunggal putri, fokus tertuju pada An Se Young, yang berupaya menandingi catatan magisnya di 2023, 10 gelar dalam satu musim. Jika sukses, ia akan berada di jalur memecahkan rekor sepanjang masa milik Kento Momota (11 gelar).
Sang ratu dunia tampaknya tak berniat mengendur, dan kemenangan di Australia akan menjadi pijakan penting sebelum Finals digelar.
(Budis)











