BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu pergerakan tanah di dua kecamatan dan merusak puluhan rumah warga. Kondisi tanah yang labil memaksa puluhan keluarga mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, sedikitnya 16 rumah milik 20 kepala keluarga mengalami kerusakan. Retakan besar tampak pada dinding dan lantai, sementara beberapa bangunan roboh akibat pergeseran tanah yang masih berlangsung.
Petugas BPBD Ciamis bersama warga mengevakuasi barang-barang berharga dan mengosongkan rumah yang berpotensi terdampak. Warga memilih mengungsi karena khawatir kerusakan semakin meluas.
Pergerakan tanah juga terjadi di Desa Payung Ageng, Kecamatan Panumbangan, dengan dampak lebih parah. Puluhan rumah rusak dan 68 kepala keluarga mengungsi. Sejumlah akses jalan desa turut terputus dan mengalami keretakan.
Salah seorang warga, Yuyun Yuningsih, mengatakan pergerakan tanah mulai dirasakan dua hari lalu ketika ia dan keluarganya tengah beristirahat.
“Peristiwa ini sebelumnya pernah terjadi pada 2016, tapi yang sekarang paling parah. Khawatir kalau tetap tinggal di rumah, karena suara retakan sesekali masih terdengar. Mungkin sementara kami akan mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya, mengutip beritasatu, Jumat (14/11/2025).
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Polres Ciamis bersama Forkopimda turun langsung meninjau lokasi bencana dan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak.
“Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana pergerakan tanah di Kecamatan Panumbangan. Sebelumnya, kami juga mengunjungi titik pergerakan tanah di Kecamatan Rajadesa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, kami melakukan drop logistik,” kata Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah.
Baca Juga:
Area Pergerakan Tanah Pasirmunjul Purwakarta Meluas Hingga 10 Hektare
Pergerakan Tanah di Purwakarta, 250 Warga Kecamatan Sukatani Mengungsi
Warga diimbau tetap waspada, khususnya saat hujan intens yang berpotensi memperparah kondisi tanah. BPBD Ciamis juga berkoordinasi dengan pusat penelitian geologi untuk melakukan kajian mendalam di dua kecamatan yang terdampak pergerakan tanah tersebut.
(Vini Virdiyanti/Budis)











