BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Indonesia terkenal sebagai negara dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di dunia. Lembaga pendidikan Islam ini telah menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya bangsa sejak berabad-abad lalu.
Bahkan, beberapa pesantren di Indonesia sudah berdiri jauh sebelum masa kemerdekaan dan masih aktif hingga kini.
Sistem pendidikan ini diyakini telah ada sejak abad ke-15, ketika para ulama dan wali menyebarkan ajaran Islam melalui metode pengajaran di surau, masjid, dan rumah-rumah sederhana yang kemudian berkembang menjadi pondok pesantren.
Dalam perkembangannya, pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan perjuangan rakyat.
Keberadaan pesantren-pesantren tua ini menjadi bukti kuat bahwa tradisi keilmuan Islam telah mengakar dalam budaya Indonesia sejak berabad-abad lalu.
Hingga kini, nilai-nilai yang diwariskan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Melansir berbagai sumber, berikut 10 pesantren tertua di Indonesia yang menjadi pilar penting pendidikan dan dakwah Islam.
Daftar Pesantren Tertua di Indonesia
1. Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Kebumen
Pondok Pesantren Al-Kahfi terletak di Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah, dan telah berdiri selama lebih dari lima abad. Berdiri sejak 1475 Masehi atau berusia sekitar 550 tahun, pesantren ini terkenal sebagai pondok pesantren tertua di Indonesia dan Asia Tenggara.
Didirikan oleh Syekh Abdul Kahfi, pesantren ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di nusantara.
Sebagai salah satu lembaga Islam tertua, Pesantren Al-Kahfi Somalangu memiliki peran besar dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah selatan Jawa Tengah.
Fokus utama pengajarannya adalah pendalaman ilmu agama, yang hingga kini terus dijaga dan diteruskan oleh para penerusnya.
2. Pesantren Sidogiri, Pasuruan
Berdiri tahun 1718, Pondok Pesantren Sidogiri yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur, merupakan salah satu pesantren tertua yang masih aktif hingga saat ini.
Pesantren ini didirikan oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban, seorang ulama keturunan Rasulullah SAW dari marga Basyaiban.
Pada masa awal berdirinya, wilayah Sidogiri masih berupa hutan lebat yang dipenuhi satwa liar. Dalam waktu sekitar 40 hari, Sayyid Sulaiman berhasil membuka lahan tersebut dan menjadikannya pusat pendidikan Islam.
3. Pesantren Tegalsari, Ponorogo
Masih di wilayah Jawa Timur, Pondok Pesantren Tegalsari berdiri sekitar tahun 1742 di Ponorogo oleh Kiai Ageng Muhammad Besari.
Pesantren bersejarah ini pernah menjadi pusat ilmu agama dan tempat belajar bagi sejumlah tokoh penting bangsa, termasuk Pangeran Diponegoro.
Dalam sejarahnya, Tegalsari memiliki peran besar dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam pengajaran tasawuf dan kitab-kitab klasik.
Hingga saat ini, kawasan pesantren Tegalsari tetap dipelihara sebagai situs bersejarah yang menjadi bukti penting penyebaran Islam di Pulau Jawa.
4. Pesantren Jamsaren, Surakarta
Pondok Pesantren Jamsaren di Jawa Tengah berdiri sekitar tahun 1750 oleh Kiai Jamsari. Pesantren ini sempat vakum hampir 50 tahun, antara 1830 hingga 1878, sebelum kembali aktif sebagai pusat pendidikan Islam.
Awalnya, pesantren yang berdiri pada masa Paku Buwono IV ini hanyalah surau kecil. Saat itu, PB IV memanggil sejumlah ulama, termasuk Kiai Jamsari dari Banyumas. Nama Jamsaren kemudian diambil dari nama sang pendiri dan diabadikan hingga kini.
5. Pesantren Buntet, Cirebon
Pondok Pesantren Buntet di Cirebon berdiri sekitar tahun 1750 dan didirikan oleh Kiai Muqoyyim. Awalnya, Buntet merupakan desa tempat beliau bermukim dan mengajar masyarakat setempat.
Kiai Muqoyyim terkenal sebagai ulama karismatik yang dihormati, terutama setelah membantu masyarakat Cirebon menghadapi wabah penyakit.
Ia juga dikenal tegas menolak bekerja sama dengan penjajah dan memilih hidup sederhana di tengah masyarakat demi menjaga kedamaian.
6. Pesantren Tremas, Pacitan
Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, Jawa Timur, didirikan oleh KH Abdul Manan pada tahun 1830 M dengan sistem pendidikan salafiyah.
Setelah menuntut ilmu di Pondok Tegalsari Ponorogo, beliau yang semasa kecil dikenal sebagai Bagus Darso, mendirikan pesantren di Semanten, sekitar dua kilometer dari pusat kota Pacitan, sebelum akhirnya memindahkannya ke Tremas.
Pesantren tertua di Pacitan ini dikenal luas sebagai pusat pembelajaran yang disegani, terutama dalam bidang tafsir dan hadis.
7. Pesantren Langitan, Tuban
Pondok Pesantren Langitan di Tuban, Jawa Timur, didirikan pada tahun 1852 oleh KH Muhammad Nur. Dikenal dengan pengajaran salafiyah yang kuat dan konsisten, pesantren ini menjadi salah satu lembaga Islam paling dihormati di Indonesia.
Hingga kini, Pesantren Langitan terus berkembang dan mempertahankan perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang berpengaruh, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuannya.
8. Pesantren Tebuireng, Jombang
Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, didirikan pada tahun 1899 oleh KH Hasyim Asy’ari, yang juga terkenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Pesantren ini lahir setelah beliau kembali dari perjalanan panjang menuntut ilmu di berbagai pesantren dan di Tanah Suci Mekkah, dengan tujuan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Kegiatan dakwah KH Hasyim Asy’ari bermula di sebuah bangunan sederhana berukuran sekitar 6×8 meter, terbuat dari anyaman bambu bekas warung yang dibelinya dari seorang dalang.
Dari tempat sederhana itulah, Tebuireng berkembang menjadi salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia.
9. Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya
Pondok Pesantren Suryalaya didirikan pada tahun 1905 oleh Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pesantren ini terkenal luas sebagai pusat ajaran tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu tasawuf di Indonesia.
Dengan bermodalkan sebuah masjid di Kampung Godebag, Desa Tanjung Kerta, Syekh Abdullah berhasil membangun pesantren yang kemudian dinamakan Suryalaya.
Nama ini berasal dari bahasa Sunda, surya berarti “matahari” dan laya berarti “tempat terbit”, yang secara harfiah bermakna tempat matahari terbit.
10. Pesantren Lirboyo, Kediri
Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, didirikan pada tahun 1910 oleh KH Abdul Karim. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia dan terkenal dengan pengajaran kitab kuning yang mendalam.
Nama Lirboyo berasal dari kata Lir yang berarti selamat dan Boyo yang berarti bahaya. Dahulu, wilayah ini disebut Nerboyo, yang juga bermakna keselamatan, namun kemudian berubah secara sakral menjadi Lirboyo dan dikenal hingga kini.
Baca Juga:
Peringati Hari Santri 2025, Ini Tema dan Maknanya!
Peringati Hari Santri 2024, Ini 3 Tokoh Santri Indonesia yang Mendunia
Berdirinya pesantren ini berawal dari keinginan KH Abdul Karim untuk menciptakan lingkungan yang religius di tengah masyarakat yang masih jauh dari nilai-nilai agama.
Beliau mulai mengajar para pemuda, dan seiring waktu, jumlah santri terus bertambah hingga terbentuklah pesantren besar yang berpengaruh sampai sekarang.
Keberadaan pesantren-pesantren tertua di Indonesia menunjukkan betapa kuatnya akar pendidikan Islam di Nusantara.
(Anisa Kholifatul Jannah)










