BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sektor peternakan menjadi pilar strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pada teknologi reproduksi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB).
Langkah strategis ini mengemuka saat kunjungan kerja Komite II DPD RI ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang pada Sabtu (18/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk menyuarakan aspirasi peternak lokal ke tingkat nasional.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Visi Bandung Barat AMANAH
Mewakili Bupati Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyambut hangat delegasi DPD RI yang dipimpin oleh Angelius Wake Kako. Dalam sambutannya, Asep menekankan bahwa kehadiran legislator pusat merupakan bentuk nyata perhatian terhadap potensi peternakan di Jawa Barat.
“Kabupaten Bandung Barat bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sentra sapi perah nasional yang berperan vital dalam penyediaan susu dan pengembangan bibit unggul. Inseminasi buatan adalah kunci strategis untuk meningkatkan kualitas genetik serta produktivitas ternak kami,” ujar Asep.
Upaya ini sejalan dengan visi Bandung Barat AMANAH, yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Baca Juga:
Pemkab Bandung Barat Dukung Musrenbang Jabar 2027
Wujudkan Pembangunan AMANAH, Pemkab Bandung Barat Gelar Pra-Musrenbang RKPD 2027
Menjawab Tantangan Sektor Peternakan 2026
Meski memiliki potensi besar, dialog antara Pemkab Bandung Barat dan Komite II DPD RI mengungkap sejumlah tantangan klasik yang masih membayangi para peternak. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
- Keterbatasan Tenaga Inseminator: Masih dibutuhkannya penambahan personil ahli yang bersertifikat untuk menjangkau pelosok desa.
- Akses Layanan: Pemerataan distribusi semen beku (sperma ternak unggul) agar peternak kecil mendapatkan kualitas bibit yang sama dengan industri besar.
- Fluktuasi Harga Pakan: Tekanan biaya operasional yang sering kali tidak sebanding dengan harga jual produk ternak di pasar.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, menyatakan akan membawa poin-poin diskusi ini ke tingkat legislasi untuk memastikan regulasi nasional berpihak pada peternak daerah.
Inseminasi Buatan sebagai Solusi Genetik
Inseminasi Buatan (IB) di Lembang telah lama menjadi rujukan nasional. Dengan teknologi ini, satu pejantan unggul dapat menghasilkan ribuan keturunan berkualitas tanpa perlu proses perkawinan alami yang berisiko menularkan penyakit.
Bagi Bandung Barat, optimalisasi IB berarti:
- Peningkatan Produksi Susu: Menghasilkan sapi perah dengan kapasitas produksi literasi lebih tinggi.
- Kualitas Daging: Menciptakan bibit sapi potong yang cepat tumbuh (progresif).
- Kemandirian Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada impor bibit ternak dari luar negeri.
Harapan Masa Depan: Sinergi dan Transformasi SDM
Menutup pertemuan tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat, terutama dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan subsidi pakan.
“Kami butuh sinergi program yang tidak terputus antara pusat dan daerah. Dengan dukungan DPD RI, kami optimis sektor peternakan di Bandung Barat akan semakin modern, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkas Asep Ismail.
Dengan penguatan teknologi inseminasi buatan ini, Kabupaten Bandung Barat bersiap memposisikan diri sebagai lumbung ternak unggul yang mampu memenuhi kebutuhan protein hewani nasional di masa depan.











