JAKARTA, TEROPONGFMEDIA.ID — Persib Bandung mulai melihat jelas garis finis. Hingga pekan ke-25 Super League 2025/2026, Maung Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 58 poin.
Keunggulan itu belum sepenuhnya aman. Borneo FC membayangi dengan 54 poin, sementara Persija Jakarta terus menekan dari posisi ketiga dengan 52 angka.
Namun satu hal jelas, bahwa arah perebutan gelar mulai condong ke Bandung.
Puncak Klasemen Sarat Tekanan
Keunggulan empat poin atas Borneo FC membuat Persib memegang kendali. Tapi di fase akhir musim, setiap angka jadi krusial.
Dengan sembilan laga tersisa, tekanan bukan hanya datang dari rival, tapi juga dari ekspektasi.
Menariknya, Persib menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim, terutama saat bermain di kandang yang belum tersentuh kekalahan.
Momentum inilah yang jadi fondasi kuat menuju gelar ketiga beruntun.
Hitung-hitungan Poin: Persib Tak Perlu Sempurna
Dari 25 laga, Persib sudah mengoleksi 58 poin. Jika menyapu bersih sisa laga, total maksimal mereka adalah 85 poin.
Namun, skenario juara tidak menuntut kesempurnaan.
Persib hanya membutuhkan tambahan 24 poin yang tara dengan delapan kemenangan untuk mencapai 82 poin. Angka ini secara matematis sudah cukup mengunci gelar.
Mengapa?
- Borneo FC maksimal hanya bisa mencapai 81 poin
- Persija Jakarta maksimal hanya menyentuh 79 poin
Artinya, saat Persib menyentuh angka 82, kompetisi secara praktis selesai.
Kutipan Kunci: Hodak Minta Tetap Waspada
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menolak euforia terlalu dini. Ia menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis.
“Persaingan begitu ketat, kompetitif, tim-tim papan bawah bisa saja menang dan semua pertandingan sulit,” kata dia.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam fase krusial seperti ini, satu kesalahan bisa mengubah arah musim.
Skenario Persib Kunci Gelar Lebih Cepat
1. Sapu 8 Kemenangan
Ini jalur paling jelas. Jika Persib menang delapan dari sembilan laga tersisa, mereka langsung mencapai 82 poin dan mengunci gelar tanpa perlu melihat hasil tim lain.
2. Borneo FC Tergelincir
Jika Borneo FC kehilangan poin misalnya dua kali kalah maka batas maksimal mereka turun menjadi 81 poin.
Dalam skenario ini, tekanan terhadap Persib sedikit berkurang, tetapi konsistensi tetap jadi kunci.
3. Persija Kehilangan Momentum
Jika Persija gagal menjaga tren dan kehilangan poin di beberapa laga, mereka akan keluar dari perburuan.
Dengan maksimal 79 poin, peluang mereka mengejar Persib sangat kecil jika Maung Bandung stabil.
Laga Penentu
Beberapa pertandingan akan menjadi titik balik musim.
Yang paling menyita perhatian tentu laga melawan Persija Jakarta pada 10 Mei 2026. Duel klasik ini bisa menjadi momen penentu baik untuk mengunci gelar atau justru membuka kembali persaingan.
Selain itu, laga kontra Bhayangkara FC, Bali United, dan Semen Padang juga berpotensi jadi jebakan.
Tim-tim ini punya kapasitas mencuri poin, terutama saat tekanan memuncak di akhir musim.
Baca Juga:
Komentar Pemain Persib Serba Bisa Eliano Reijnders Masuk Timnas FIFA Series
Momentum atau Tekanan?
Persib saat ini berada di posisi ideal: unggul poin, stabil performa, dan punya kedalaman skuad.
Namun fase ini juga jadi ujian mental.
Apakah mereka mampu menjaga konsistensi?
Atau justru tekanan akan memperlambat langkah?
Satu yang hal pasti jika Maung Bandung tetap fokus dan disiplin, gelar bukan lagi sekadar kemungkinan.
(Dist)











