BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa, Nadya Nur Aini Maulidiah, Nanda Fitriana, dan Sukma Qurrota Qolbi, berhasil meraih Juara 1 Agriculture Business Plan Competition 2025 yang digelar oleh Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Kompetisi bertajuk “Memberdayakan Agripreneur Muda: Dari Inovasi Lokal ke Dampak Global” ini diikuti oleh berbagai universitas ternama di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan ide bisnis berkelanjutan di sektor pertanian.
AgriaBiz: Solusi Digital untuk Pertanian Terpadu
Dalam ajang tersebut, tim UNAIR memperkenalkan AgriaBiz, sebuah platform digital terintegrasi yang menghubungkan petani dengan pekerja tani, penyedia alat pertanian, serta konsumen. Melalui tiga fitur utama (AgriWorker, AgriTools, dan AgriMarket) platform ini dirancang untuk mempermudah petani dalam mengakses tenaga kerja, menyewa alat pertanian modern, serta memasarkan hasil panen secara langsung dan efisien.
“AgriaBiz kami rancang sebagai sistem yang memudahkan petani mengakses layanan dan pasar secara langsung. Harapannya, inovasi ini dapat mendorong pertanian berkelanjutan di era digital,” ujar perwakilan tim, Nadya, melansir Unair.
Sebelum meluncurkan konsep tersebut, tim melakukan kajian literatur dari berbagai publikasi resmi terkait digitalisasi sektor pertanian di Indonesia. Hasil riset itu kemudian melahirkan AgriaBiz sebagai platform on-demand yang menghubungkan seluruh elemen agribisnis dalam satu ekosistem digital terpadu.
“Kami ingin memberikan dampak nyata bagi petani dengan menghubungkan semua pihak yang terlibat dalam rantai pertanian melalui satu wadah,” tambah Nanda.
Mendorong Efisiensi dan Kemandirian Petani
Melalui pendekatan berbasis teknologi, AgriaBiz berupaya menjawab persoalan klasik yang kerap dihadapi sektor pertanian Indonesia, seperti keterbatasan tenaga kerja, akses terhadap alat modern, dan sulitnya menembus pasar.
“Pertanian di Indonesia menyerap banyak tenaga kerja, tapi kontribusinya belum maksimal. AgriaBiz hadir untuk membangun sistem yang saling mendukung antara petani, penyedia alat, dan pasar,” tutur Sukma.
Tim UNAIR berharap, AgriaBiz dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan untuk memperkuat kemandirian pertanian nasional.
“Kami ingin AgriaBiz tidak hanya berhenti sebagai ide kompetisi, tetapi benar-benar menjadi solusi yang membantu petani Indonesia menjadi lebih mandiri dan berdaya saing,” imbuhnya.
Baca Juga:
Teh Kelor dan Tepung Jagung Sehat, Inovasi Mahasiswa Itera yang Siap Go Publik
Memayu Ning Papat Inovasi Mahasiswa UB Masuk Top 6 Dunia di Kompetisi Pangan Internasional
Keberhasilan tim FEB UNAIR dalam ajang tersebut menjadi bukti nyata semangat mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan sektor pertanian melalui transformasi digital. Mereka berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Prestasi ini bukan hanya milik kami, tapi juga dorongan agar mahasiswa lain ikut berperan aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tutup Nadya.
(Vini Virdiyanti/Aak)











