JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penyanyi Pinkan Mambo kembali jadi bahan perbincangan panas. Bukan karena karya baru, melainkan aksi tak biasa ngamen di pinggir jalan sambil live di TikTok.
Video itu langsung menyebar cepat. Publik pun terbelah antara simpati dan sindiran tajam.
Dari Panggung ke Pinggir Jalan
Sebagian warganet mengaku prihatin melihat kondisi mantan personel duo Ratu tersebut. Namun di sisi lain, tak sedikit yang justru mengapresiasi keberaniannya.
Di tengah kerasnya hidup, Pinkan dianggap tetap memilih jalan mandiri yakni bekerja, apa pun bentuknya.
Namun kritik juga bermunculan.
Sosok sang suami, Arya Khan, ikut terseret. Ia dianggap “membiarkan” istrinya mencari nafkah di jalanan.
Michelle Ashley Buka Suara, Nada Pedas Tak Terbendung
Situasi makin panas ketika putri Pinkan, Michelle Ashley, ikut angkat bicara.
Lewat akun TikTok pribadinya, ia merespons pertanyaan netizen dengan jujur—dan cukup menohok.
“Semenjak mami nikah lagi… mami itu kayak downgrade banget,” ucapnya blak-blakan.
Pernyataan itu langsung jadi bensin di tengah api yang sudah menyala.
Hubungan Ibu-Anak Retak?
Tak hanya soal kondisi ekonomi, Michelle juga mengisyaratkan hubungan yang merenggang.
Ia bahkan terang-terangan mengaku tidak menyukai ayah tirinya.
Lebih mengejutkan lagi, ia menyebut tidak diundang saat Lebaran.
“Lebaran aja aku enggak diundang. Jadi kalian bisa nilai lah ya,” katanya.
Kalimat singkat, tapi cukup untuk menggambarkan jarak emosional yang tak lagi bisa disembunyikan.
Baca Juga:
Viral Skandal VCS, Instagram Suami Clara Shinta Diserbu Netizen
Keyndah Ambruk Usai Diterpa Isu VCS dengan Suami Clara Shinta
Netizen Balik Menyerang
Alih-alih simpati, sebagian netizen justru mengkritik balik Michelle.
Mereka menilai pernyataannya kurang bijak sebagai seorang anak.
“Lebaran itu anak yang datang ke orang tua, bukan nunggu undangan,” tulis seorang netizen.
Respons ini memperlihatkan drama ini bukan cuma soal Pinkan tapi juga soal persepsi publik tentang keluarga.
Kasus ini jadi potret klasik dunia hiburan: ketika kehidupan pribadi berubah jadi konsumsi publik.
Di satu sisi, ada realita keras yang mungkin sedang dihadapi Pinkan Mambo.
(Dist)











