BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Muhammad Hisyam Az-Zahran (FMIPA) dan James Calvin Cleverton (FPIK) berhasil meraih Juara 3 kategori Inovasi Digital pada ajang Baligivation 2025, yang digelar di Wantilan Courtyard, Hyatt Regency Bali, Senin, 10 Oktober 2025.
Kompetisi bertema ekosistem ekonomi-keuangan digital dan kreativitas anak muda itu diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Baligivation menjadi ruang bagi talenta muda Indonesia untuk menampilkan gagasan kreatif berbasis teknologi.
Salah satu ide yang mencuri perhatian adalah inovasi dari tim Unpad berjudul ElevAI, sebuah platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu produktivitas dan pengembangan diri mahasiswa.
James menjelaskan bahwa banyak mahasiswa yang di tengah perjalanan kuliahnya merasa tidak yakin dengan jurusan atau minat akademiknya. Melalui ElevAI, masalah tersebut coba dijawab dengan pendekatan teknologi.
“ElevAI merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas sekaligus menggali potensi diri,” ujar James, dikutip dari laman resmi Unpad, Sabtu (6/12/2025).
Baca Juga:
Platform ini memetakan minat, membantu menyusun strategi belajar, hingga membuka ruang eksplorasi di luar program studi yang tengah ditempuh. Bahkan, ElevAI dilengkapi fitur AI yang dapat membantu penyusunan kebutuhan lomba atau kompetisi lainnya.
ElevAI dikembangkan melalui dukungan pendanaan program Unpadpreneur, serta lahir dari startup edutech ElevatEd Indonesia yang fokus pada pengembangan diri mahasiswa secara holistik.
James menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan lingkungan kampus. Mulai dari rekan-rekan terdekat hingga institusi, khususnya Direktorat Kemahasiswaan dan program Unpadpreneur yang berperan besar dalam membantu kelancaran pengembangan inovasi.
“Unpad banyak membantu dalam akomodasi kami ke sana, karena membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata James.
Prestasi ini juga menjadi buah manis dari perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. James mengakui, timnya sudah mengalami lebih dari sepuluh kali kegagalan dalam berbagai kompetisi sebelum akhirnya menang di Baligivation 2025.
Meski seringkali melelahkan, ia menegaskan bahwa proses itu penting untuk membentuk karakter dan ketahanan mental.
“Jangan pernah menyerah, terus saja, karena itu membantu kita untuk berkembang ke depannya,” ujarnya.
(Budis)











