Pol Espargaro: Era Ducati Telah Mengubah MotoGP, dari Pertarungan Bakat Jadi Perang Teknologi

Pol Espargaro (Foto: MotoSport)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dominasi luar biasa Ducati di MotoGP beberapa musim terakhir ternyata tidak hanya mengguncang papan klasemen, tapi juga mengguncang makna dari kompetisi itu sendiri.
Bagi Pol Espargaro, MotoGP kini tengah memasuki fase baru—di mana motor lebih menentukan kemenangan daripada kemampuan pebalapnya.

Dalam podcast Hospitality Motociclismo, test rider KTM itu menyoroti bagaimana Desmosedici GP buatan Ducati menjadi tolok ukur baru bagi semua tim.

Menurutnya, motor asal Bologna itu tidak hanya cepat, tapi juga terlalu sempurna hingga mengubah cara dunia menilai pebalap.

“Dalam beberapa tahun terakhir, muncul pandangan bahwa siapa pun bisa cepat dengan Ducati. Motor ini seolah dibuat cocok untuk semua pebalap,” ujar Espargaro, dikutip Minggu (2/11/2025).

Espargaro mengakui, keunggulan Ducati bukan kebetulan. Itu hasil riset, data, dan investasi teknologi selama bertahun-tahun yang akhirnya menciptakan mesin dengan stabilitas, tenaga, dan traksi luar biasa.

Namun, ia menilai kehebatan itu datang dengan harga yang mahal, hilangnya peran sentral pebalap dalam menentukan hasil balapan.

“Motor ini bekerja begitu baik sehingga membuat gaji pebalap turun. Semua orang ingin naik Desmosedici GP karena mereka tahu motor ini bisa cepat di kondisi apa pun,” tambahnya.

Kondisi ini, menurut Espargaro, telah mengubah cara tim menilai pebalap. Dulu, nilai kontrak ditentukan oleh prestasi dan karakter individu, kini semuanya ditentukan oleh motor apa yang mereka tunggangi.

Baca Juga:

Dominasi Ducati di Mugello, Marc Marquez Kian Tak Terbendung

Fenomena ini membuat tim-tim Ducati kini memiliki posisi tawar tertinggi di MotoGP. Banyak pebalap muda dari kelas Moto2 rela menunggu kesempatan di tim satelit Ducati, sebuah kemewahan yang tak dimiliki pabrikan lain.

Bahkan Marc Marquez, sosok paling berpengaruh di lintasan, rela meninggalkan Repsol Honda demi menunggangi Desmosedici GP25 dan kembali ke jalur kemenangan.

Sementara itu, pabrikan seperti KTM, Yamaha, Aprilia, dan Honda kini harus memutar otak dengan menawarkan gaji besar atau fasilitas premium agar tak kehilangan talenta.

Meski Ducati kini berada di puncak kejayaan, Espargaro menilai dominasi itu bisa menimbulkan “keunggulan semu.”
Ia menyoroti bahwa keberhasilan Marc Marquez musim ini tidak otomatis berarti motor Ducati 2025 sempurna, karena bahkan Francesco Bagnaia juara dunia dua kali masih kesulitan menemukan konsistensi dengan paket yang sama.

“Kita lihat saja arah Ducati selanjutnya. Apakah mereka akan terus mempertahankan motor ini demi Marquez, atau mengakui bahwa GP25 belum ideal,” tutup Espargaro.

Komentar Espargaro memperkuat kekhawatiran banyak pihak bahwa MotoGP sedang berada di titik persimpangan antara inovasi teknologi dan esensi olahraga manusia.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri