BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Jawa Barat berhasil mengamankan 372 tersangka dalam Operasi Anti Narkotika (Antik) Lodaya 2025 yang digelar pada 6–15 November 2025.
Dari jumlah tersebut, 37 tersangka merupakan target operasi. Hasil pengungkapan ini disampaikan saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Kamis (20/11/2025).
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat Kombes Pol Albert Deddy Sulistyo Nugroho, menyampaikan bahwa operasi tersebut juga berhasil menyita berbagai jenis narkotika.
Barang bukti yang diamankan antara lain sabu, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, psikotropika, dan obat keras terbatas dengan total nilai mencapai Rp2,8 miliar.
Hendra mengatakan Operasi Antik Lodaya 2025 merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Ia menegaskan bahwa operasi ini melibatkan berbagai fungsi kepolisian, termasuk reserse kriminal dan intelijen.
“Operasi Antik ini membuktikan komitmen negara hadir. Negara tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba,” ujarnya.
Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Albert Deddy Sulistyo Nugroho menambahkan bahwa 37 target operasi tersebut merupakan bagian dari lima jaringan sindikat narkoba.
Ia menekankan pentingnya kualitas jaringan yang berhasil diungkap, bukan sekadar jumlah barang bukti.Sementara itu, dari 335 tersangka lainnya, polisi mengidentifikasi keterlibatan mereka dalam 67 jaringan berbeda.
BACA JUGA
Ada Operasi Lodaya 2025, Ini Daftar Jenis Tilang dan Denda Pelanggar!
Dari seluruh pengungkapan, Polda Jawa Barat menyita 1.456 gram sabu, 15.125,12 gram ganja, 124 butir ekstasi, 2.868,19 gram tembakau sintetis, 47.570 butir obat keras terbatas, dan 136 butir psikotropika.
Albert menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Jawa Barat. “Tidak ada ruang bagi sindikat narkoba di bumi Pasundan ini,” katanya.
(Aak)









