JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Metro Jaya menyiapkan Sebanyak 1.214 personel Direktorat Lalu Lintas menjelang Reuni Akbar 212 yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa (2/12/2025).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menyampaikan bahwa ribuan personel akan ditempatkan di titik-titik kedatangan massa, termasuk rute pergerakan peserta dari berbagai daerah.
“Total 1.214 personel sudah kami siapkan. Penempatan dilakukan untuk mengantisipasi lintasan mereka yang datang dari luar kota dan memasuki wilayah Jakarta,” kata Komarudin di Mapolda Metro Jaya, dikutip dari Antara.
67 Titik Dikawal, Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Polda Metro Jaya menetapkan 67 lokasi pengamanan, termasuk persimpangan utama seperti Harmoni, Tugu Tani, dan Sarinah yang dinilai berpotensi padat akibat mobilitas peserta. Komarudin menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel mengikuti peningkatan jumlah massa.
“Jika mobilisasi massa tinggi, pengalihan arus akan dilakukan lebih awal. Tetapi bila situasi lapangan masih memungkinkan, ruas jalan tetap dibuka agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi kemacetan karena kegiatan berlangsung pada sore hari dan bertepatan dengan jam pulang kerja. Selain itu, kapasitas parkir di sekitar Monas sangat terbatas.
Aturan Parkir Peserta
Untuk rombongan peserta yang datang menggunakan bus, polisi mengarahkan parkir ke sepanjang Jalan Benyamin Sueb. Sementara itu, kendaraan pribadi diarahkan ke area parkir IRTI, Masjid Istiqlal, dan gedung Pertamina.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti arahan petugas agar pergerakan lalu lintas tetap lancar dan aktivitas masyarakat Jakarta tetap berjalan seperti biasa,” kata Komarudin.
Tema dan Rangkaian Acara Reuni Akbar 212 Tahun Ini
Reuni Akbar 212 tahun ini mengangkat tema “Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah.” Ketua Steering Committee, Ahmad Shobri Lubis, menyebut bahwa kegiatan ini digelar untuk menguatkan kembali semangat kebersamaan sebagaimana Aksi Bela Islam 2016.
“Spirit 212 yang dibangun sejak 9 tahun lalu adalah untuk menguatkan ukhuwah islamiah, wathaniyah, dan insaniyah. Semangat itulah yang terus kami jaga, sehingga reuni akbar tahun ini tetap diselenggarakan,” ujarnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diawali qiyamullail hingga subuh berjemaah, rangkaian acara tahun ini dimulai setelah salat Magrib. Agenda dilanjutkan dengan zikir, doa bersama, dan tausiyah para ulama.
(Dist)











