SUKABUMI, TEROPONGMEDIA — Suasana tegang akibat antrean panjang kendaraan di Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi cair dan meriah pada Rabu (25/3/2026) dini hari. Di tengah pemberlakuan sistem satu arah (one way) menuju kawasan wisata Palabuhanratu, seorang anggota kepolisian menarik perhatian publik dengan aksi hiburan spontannya.
Aiptu Didik, anggota Satlantas Polres Sukabumi, berinisiatif menghibur para pengendara yang terjebak antrean dengan bernyanyi dan berjoget bersama dua pengamen jalanan di lokasi tersebut. Aksi ini dilakukan tepat saat ribuan wisatawan mulai memadati jalur menuju pesisir selatan Jawa Barat.
Mencairkan Kejenuhan Pengendara
Kepadatan lalu lintas di GT Parungkuda dipicu oleh melonjaknya volume kendaraan masyarakat yang ingin menghabiskan masa libur di Palabuhanratu. Untuk mengurai kemacetan, pihak kepolisian menerapkan rekayasa arus one way. Namun, prosedur ini memerlukan waktu penyesuaian yang menyebabkan kendaraan harus berhenti cukup lama.
Melihat raut jenuh dan lelah pada wajah para pengguna jalan, Aiptu Didik memutuskan untuk turun tangan dengan cara yang tidak biasa. Dengan iringan musik dari pengamen setempat, ia tampak luwes berjoget dan melantunkan lagu, yang segera disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para pemudik dan wisatawan.
“Situasi lagi meriah-meriahnya arus wisata yang mengarah ke Palabuhanratu. Mungkin mereka ada unek-unek atau jenuh menunggu selesainya one way. Tadi ada pengamen, kita ajak sekalian untuk menghibur masyarakat supaya mereka fresh kembali,” ujar Aiptu Didik sebagaimana dikutip dari laman Korlantas Polri, Kamis (26/3/2026).
Viral dan Mendapat Respon Positif
Momen unik ini sempat diabadikan oleh sejumlah pengendara melalui ponsel mereka. Video aksi joget polisi tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan mendapatkan beragam respons positif dari netizen. Banyak yang menilai langkah ini sebagai bentuk pelayanan prima yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Beberapa pengendara bahkan terlihat ikut bernyanyi dari dalam mobil mereka, mengubah suasana dini hari yang semula membosankan menjadi lebih hangat dan penuh keakraban antara petugas dan warga.
Apresiasi dari Satlantas Polres Sukabumi
Inisiatif Aiptu Didik mendapat apresiasi langsung dari pimpinan. Kasat Lantas Polres Sukabumi, Abdurrohman Hidayat, menyatakan bahwa pendekatan psikologis seperti ini sangat diperlukan dalam manajemen lalu lintas, terutama saat kondisi darurat atau kepadatan tinggi.
“Kami menyadari bahwa dalam kondisi antrean atau kemacetan, emosi para pengendara bisa mudah naik. Langkah yang dilakukan oleh Aiptu Didik ini sangat tepat untuk meredakan ketegangan dan membuat suasana menjadi lebih nyaman,” jelas Abdurrohman.
Ia menambahkan bahwa aksi tersebut membuktikan bahwa personel kepolisian saat ini dituntut tidak hanya cakap secara teknis dalam mengatur jalan, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan empati yang tinggi terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas menuju Palabuhanratu terpantau masih padat namun tetap terkendali dengan penjagaan ketat dari jajaran Polres Sukabumi di sejumlah titik rawan kemacetan.







