JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Polda Metro Jaya mengungkap rangkaian peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di kawasan Cempaka Putih pada 12 Maret 2026. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga telah membuntuti korban sejak keluar dari lokasi kegiatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin menjelaskan, korban sebelumnya berada di kantor YLBHI untuk mengikuti podcast sekitar pukul 19.45 WIB, lalu keluar pada pukul 23.22 WIB.
“Sejak dari kantor YLBHI, berdasarkan CCTV sudah ada yang mengikuti korban oleh orang tak dikenal,” ujar Iman dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026).
Pelaku Beraksi Secara Terorganisir
Dari rekaman CCTV, polisi menduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang. Saat korban keluar, terlihat satu pengendara motor memberi kode kepada motor lain yang ditumpangi dua orang yang diduga sebagai eksekutor.
Pelaku kemudian terus mengikuti pergerakan korban, termasuk saat berhenti di SPBU Bright Cikini untuk mengisi bahan bakar. Polisi mengidentifikasi kesamaan pakaian dan kendaraan dengan pelaku di lokasi kejadian.
Selain itu, ditemukan adanya kendaraan lain yang diduga berperan sebagai pemantau pergerakan korban sebelum aksi dilakukan.
Baca Juga:
Kemenkes Gratiskan Perawatan Aktivis KontraS Andrie Yunus Korban Air Keras di RSCM
Aksi Terjadi Saat Berpapasan
Aksi penyiraman terjadi ketika pelaku berpapasan dengan korban di lokasi kejadian. Salah satu pelaku terlihat menyiramkan cairan berbahaya sebelum langsung melarikan diri.
Usai beraksi, pelaku kabur menggunakan dua sepeda motor ke arah berbeda. Salah satu di antaranya bahkan melawan arus lalu lintas.
Dalam pelariannya, pelaku sempat terekam kamera di kawasan Jalan Diponegoro. Polisi menduga cairan tersebut juga mengenai pelaku, terlihat dari aksi mereka membersihkan diri menggunakan air mineral.
Jejak CCTV Terhubung dari Sore Hari
Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan pelaku sudah berada di sekitar lokasi sejak sore hari. Rekaman CCTV pada pukul 17.18 WIB bahkan sempat menangkap wajah salah satu terduga pelaku.
“Beberapa CCTV menunjukkan keterhubungan perjalanan para terduga pelaku, dari sebelum hingga setelah kejadian,” kata Iman.
Barang Bukti Diamankan
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk helm yang diduga digunakan pelaku dan ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara.
Iman menegaskan seluruh rekaman CCTV yang digunakan merupakan data asli tanpa rekayasa, serta bukan hasil manipulasi teknologi seperti kecerdasan buatan.
Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap motif serta peran masing-masing pelaku dalam aksi penyiraman tersebut.










