JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — presiden Prabowo Subianto menanggapi desakan publik terkait penetapan status darurat bencana nasional setelah banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Jumat (28/11/2025), data sementara BNPB mencatat 174 orang meninggal dunia dan 79 lainnya masih hilang, namun pemerintah pusat belum menaikkan status bencana.
Prabowo pun enggan memberikan jawaban tegas terkait status darurat nasional.
“Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” ujar Prabowo, Jumat (29/11/2025).
Presiden menegaskan bahwa pengiriman bantuan tidak berhenti dan terus dilaksanakan ke seluruh wilayah terdampak.
“Oh iya, sudah kita kirim terus,” tambahnya singkat.
Sikap hati-hati pemerintah pusat ini muncul di tengah situasi lapangan yang semakin buruk, dengan jumlah korban dan dampak infrastruktur yang terus bertambah.
Situasi Terkini di Tiga Provinsi
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam laporan terbarunya mengungkapkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
“Sumatera Utara menjadi provinsi paling terdampak, dengan korban terbanyak dan kerusakan infrastruktur yang masif,” ujarnya.
1. Sumatera Utara
- 116 korban meninggal
- 42 orang hilang
- Banyak desa tertimbun material longsor
- Akses ke perbukitan terputus, proses evakuasi lambat
Tim SAR masih berjuang membuka akses jalan yang tertutup lumpur dan material longsor.
2. Sumatera Barat
- 61 korban meninggal
- 12 orang hilang
- Kabupaten Agam jadi titik terdampak paling berat
- Longsor besar menutup jalur antar-nagari
3. Aceh
- 35 korban meninggal
- Korban banyak ditemukan di bantaran sungai yang meluap tiba-tiba
- Puluhan warga masih belum ditemukan
Baca Juga:
Banjir Nyaris 3 Meter Rendam Medan, Ribuan Warga Diungsikan
TNI Kerahkan Hercules Angkut Tower Emergency, Pulihkan Jaringan Listrik di Aceh Pasca Banjir
Kesulitan Pendataan Karena Rusaknya Jaringan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa proses pendataan di lapangan masih terhambat.
“Ada beberapa pemerintah daerah yang masih kesulitan melaporkan karena jaringan komunikasi yang masih terganggu,” ujarnya.
Jalan utama putus, jembatan ambruk, serta gangguan telekomunikasi membuat distribusi logistik dan proses evakuasi berjalan lambat. Helikopter, kapal, dan armada darat telah dikerahkan, namun cuaca yang belum stabil menambah tantangan baru.
Status Darurat Nasional Masih Ditunggu
Publik menunggu sikap tegas pemerintah terkait penetapan status darurat nasional. Status ini penting untuk:
- Mempercepat mobilisasi bantuan
- Membuka akses dana dan logistik lebih besar
- Memudahkan koordinasi pusat–daerah
Namun hingga kini, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memantau sebelum mengambil keputusan.
(Dist)











