JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025). Dalam kunjungannya di Kabupaten Bireuen, Prabowo menegaskan percepatan pemulihan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah. Ia bahkan menanyakan secara langsung progres pemulihan energi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Saat memeriksa progres pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane di Bireuen, Prabowo menghampiri Bahlil dan menanyakan kesiapan pemulihan listrik.
“Kementerian ESDM, lampu menyala sudah?” tanya Prabowo.
Bahlil memastikan bahwa aliran listrik di Aceh akan kembali hidup dalam hitungan jam.
“Siap, malam ini nyala semua, Pak,” jawab Bahlil.
Namun Prabowo meminta kepastian lebih tegas. Ia kembali menanyakan apakah seluruh wilayah Aceh sudah akan teraliri listrik pada malam yang sama.
“Seluruh Aceh?” tanya Prabowo lagi.
Dengan mantap, Bahlil menegaskan, “Seluruh Aceh, 97 persen malam ini semua Aceh nyala.”
Instruksi Tegas dari Presiden
Di hadapan warga dan pejabat pendamping, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat mengerahkan semua sumber daya untuk menangani dampak banjir.
“Ini musibah, tantangan yang kita coba hadapi. Kita baru satu tahun memimpin, tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” ujar Prabowo.
Sehari sebelumnya, Presiden juga telah menggelar rapat terbatas bersama para menteri, termasuk Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, di kediamannya di Hambalang. Dalam rapat tersebut, Prabowo menginstruksikan agar listrik di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara harus kembali normal maksimal pada Minggu malam.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Prabowo tidak ingin ada wilayah yang terlalu lama terisolasi tanpa aliran listrik.
“Presiden memerintahkan paling lambat besok malam listrik harus sudah menyala seluruhnya,” kata Teddy.
Ia menjelaskan bahwa Sumatera Barat hampir selesai memulihkan total jaringan listrik, sementara beberapa titik di Sumatera Utara seperti Langkat dan Tapanuli serta sejumlah kawasan Aceh masih membutuhkan percepatan.
Baca Juga:
Pemulihan Jalan dan Logistik
Selain listrik, akses darat menjadi perhatian khusus Presiden. Jembatan-jembatan yang putus akibat banjir bandang dan longsor diminta segera mendapat solusi sementara.
“Akses jalan darat harus cepat dipulihkan, jembatan sementara harus segera jadi,” tegas Teddy.
Prabowo turut menekankan pentingnya ketersediaan BBM dan logistik bagi masyarakat terdampak. Ia meminta tak ada hambatan dalam distribusi kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat.
Pemerintah pusat juga mengoordinasikan percepatan rehabilitasi bersama pemerintah daerah. Penanganan material longsor, normalisasi sungai, dan pendataan kerusakan turut menjadi fokus selama masa pemulihan awal.
Dalam kesempatan kunjungannya, Prabowo kembali mengingatkan seluruh jajarannya agar bekerja cepat dan tepat demi pemulihan Aceh. Ia menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab besar memastikan warga mendapatkan kembali layanan dasar, terutama listrik.
“Kita harus hadir secepatnya untuk rakyat yang sedang kesulitan. Ini prioritas kita,” ujar Presiden.
Dengan percepatan pemulihan akses dan jaringan listrik, pemerintah berharap aktivitas masyarakat Aceh dapat segera kembali normal setelah bencana besar yang melanda wilayah tersebut.
(Dist)











