JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah koreksi terhadap desain pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menekankan aspek fungsi lingkungan. Koreksi tersebut mencakup upaya menyeimbangkan iklim Kalimantan Timur yang panas serta langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk lebih memperhatikan desain dan fungsi kawasan di IKN, termasuk penambahan embung sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.
“Misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, misalnya penambahan embung-embung. Karena di sana kan masalah iklim itu satu panas, kedua, ada potensi kebakaran hutan karena wilayahnya banyak hutan,” ujar Prasetyo, dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, Prabowo juga secara khusus meminta Kepala OIKN Basuki Hadimuljono untuk merancang desain kawasan yang mampu mengantisipasi terjadinya karhutla. Salah satu langkah yang dilaporkan adalah pemasangan sensor panas di sejumlah titik kawasan IKN.
“Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa metode dengan memasang sensor-sensor untuk mendeteksi potensi kebakaran, dan ini diminta untuk terus diuji coba,” kata Pras.
Baca Juga:
OIKN Optimistis Investasi IKN Lampaui Capaian di Tahun 2023
Sebelumnya, Prasetyo Hadi juga menyampaikan, bahwa OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum diminta melakukan sejumlah perbaikan sekaligus mempercepat pembangunan IKN. Hal tersebut dilakukan agar IKN dapat berfungsi sebagai Ibu Kota Politik sesuai target pada 2028.
Ia mengungkapkan Presiden Prabowo sempat mendarat di IKN bersama sejumlah menteri pada Senin malam (12/1) untuk menerima laporan langsung mengenai progres pembangunan dari Kepala OIKN.
“Bapak Presiden sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk lembaga legislatif dan yudikatif, yang harapannya bisa selesai tahun 2028,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, dalam kunjungan tersebut Presiden memberikan beberapa koreksi utama, terutama terkait desain dan fungsi kawasan. OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum diminta terus melakukan penyempurnaan agar pembangunan IKN tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi lingkungan.










