JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang, untuk menggelar pertemuan terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025) sore.
Turut hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Didit Herdiawan dan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Saosa Mota merapat ke Istana memenuhi panggilan Presiden Prabowo.
Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menambah spekulasi bahwa pemerintah tengah mematangkan kebijakan terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas penggunaan kendaraan listrik berbiaya murah.
Bahas Becak Listrik dan Program MBG
Setiba di Istana, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengonfirmasi bahwa pertemuan sore itu membahas dua agenda utama: pengembangan becak listrik dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Soal becak listrik ini,” ujarnya singkat.
Nanik menambahkan bahwa program MBG juga menjadi pokok pembahasan. Program tersebut merupakan salah satu prioritas jangka panjang Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah, fasilitas publik, serta komunitas rentan.
“Ya ada MBG lah,” imbuhnya.
BGN sebagai lembaga yang memantau kualitas intervensi gizi juga melaporkan perkembangan terbaru jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang kini mencapai 14.320 unit per Kamis sore. Ekspansi SPPG ini menjadi tulang punggung distribusi layanan gizi dalam implementasi MBG di seluruh Indonesia.
Langkah Prabowo Perluas Penggunaan Becak Listrik
Selain program gizi, pemerintah juga tengah mempercepat adopsi transportasi berbasis listrik di segmen kendaraan rakyat. Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan menegaskan rencananya mengonversi seluruh becak tradisional menjadi becak motor listrik.
“Ingat ya, semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik. Saya sudah siapkan,” ujar Prabowo saat menghadiri peluncuran smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11).
Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban fisik pengemudi becak, meningkatkan keamanan berkendara, serta menekan biaya operasional transportasi rakyat. Transformasi ini juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi kendaraan listrik (EV) skala kecil, yang dinilai lebih cepat diadopsi dan langsung menyentuh masyarakat kelas pekerja.
Baca Juga:
Tajir Melintir Punya Saham Tambang, Ini Jumlah Harta Kekayaan Sherly Tjoanda
Kemenhaj Ingin Kurangi Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 38 Hari
1.000 Becak Listrik Sudah Dibagikan
Sebelum mengumumkan program nasional, Prabowo telah menyalurkan sekitar 1.000 unit becak listrik kepada pengemudi becak lansia di berbagai kota di Pulau Jawa. Distribusi dilakukan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Beberapa daerah yang telah menerima bantuan antara lain:
- Kendal: 140 unit
- Demak: 100 unit
- Jepara: 100 unit
- Pati: 60 unit
- Kudus: 80 unit
- Rembang: 100 unit
Bantuan ini disebut sebagai tahap awal sekaligus uji coba untuk melihat kesiapan daerah dalam mengintegrasikan transportasi ramah lingkungan.
Agenda Pemerintah: Pangan, Gizi, dan Energi Terbarukan
Pertemuan di Istana pada Kamis sore menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo berupaya menyinergikan tiga bidang sekaligus: ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan transportasi berbasis listrik.
Menteri Pertanian, BGN, Agrinas, serta Kementerian KKP memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan bahan pangan stabil, distribusi gizi berjalan optimal, serta ekosistem pangan nasional berjalan efisien. Di sisi lain, inisiatif becak listrik menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas penggunaan energi ramah lingkungan dengan pendekatan yang menyentuh sektor informal.
Keputusan teknis dari pertemuan ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, terutama terkait roadmap implementasi becak listrik dan perluasan cakupan MBG di 2026.
(Dist)










