JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/7/2026). Proyek strategis bernilai US$7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun ini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia.
RDMP Balikpapan juga diproyeksikan menjadi pilar utama swasembada energi nasional sekaligus penguatan ketahanan energi jangka panjang.
Proyek Strategis Nasional Sejak 2019
Proyek RDMP Balikpapan dibangun sejak 2019 oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) selaku Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero).
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), RDMP Balikpapan didanai melalui:
- Ekuitas: US$4,3 miliar
- Pinjaman Export Credit Agency (ECA): US$3,1 miliar
Kapasitas Kilang Naik Signifikan
Dengan rampungnya proyek ini, kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Lonjakan kapasitas tersebut berdampak langsung pada peningkatan produksi BBM nasional.
Rinciannya:
- Bensin (gasoline): dari 42 ribu bph menjadi 142 ribu bph
- Solar (gasoil): dari 125 ribu bph menjadi 156 ribu bph
- Avtur: meningkat menjadi 41 ribu bph
- LPG: dari 48 ribu ton per tahun menjadi 336 ribu ton per tahun
Teknologi RFCC dan Standar Euro 5
RDMP Balikpapan mengandalkan fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mampu mengolah residu minyak menjadi produk bernilai tinggi dengan standar emisi Euro 5.
Teknologi ini mendorong:
- Nelson Complexity Index (NCI) naik dari 3,7 menjadi 8,0
- Yield Valuable Product (YVP) meningkat 16% menjadi 91,8%
Pertamina: Fondasi Ketahanan Energi Nasional
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan RDMP Balikpapan dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional, sekaligus memastikan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Baron, proyek ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga kemandirian energi nasional.
Baca Juga:
China Makin Agresif ke Indonesia, Airlangga Buka Pintu Lebar
KPK Ogah Perlihatkan Para Tersangka Korupsi Pajak Jakut di Konfersi Pers, Kenapa?
Bahlil: Impor Solar Bisa Dihentikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai operasional RDMP Balikpapan berpotensi menjadi game changer industri migas nasional.
“Jika biodiesel B50 mulai digunakan dan RDMP Balikpapan sudah beroperasi penuh, maka Indonesia tidak perlu lagi impor solar pada 2026,” tegas Bahlil.
(Dist)











