JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Laga Derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persik Kediri pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Duel yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/1/2026), ini berubah menjadi ujian mental, taktik, dan harga diri bagi Singo Edan.
Pertandingan yang dihelat pukul 15.30 WIB ini seolah datang di saat yang sangat tidak ideal bagi Arema FC. Alih-alih bangkit, tim asuhan Marquinos Santos justru terperosok dalam tren negatif yang mengkhawatirkan.
Arema FC: Kandang Tak Lagi Menakutkan
Arema FC tanpa kemenangan dalam lima laga terakhir. Lebih mengkhawatirkan lagi, Kanjuruhan yang dulu dikenal angker kini justru menjadi sumber tekanan. Arema hanya mengoleksi satu poin dari enam laga kandang terakhir di Super League.
Masalah terbesar Arema jelas terlihat di lini depan. Absennya Dalberto Luan meninggalkan lubang besar yang belum tertutup. Dalam dua laga terakhir, Arema bahkan gagal mencetak gol. Dedik Setiawan yang diplot sebagai pengganti masih belum mampu menjadi solusi nyata.
Situasi makin rumit dengan kondisi Achmad Maulana yang belum pulih, serta kapten Johan Farizi yang diragukan tampil akibat cedera tumit. Jika dipaksakan bermain, risiko kehilangan stabilitas lini belakang justru semakin besar.
Tekanan suporter, beban rekor buruk, dan absennya pemain kunci membuat Arema berada di titik rawan: satu kesalahan bisa memicu kekacauan permainan.
Persik Kediri: Tenang, Tapi Mematikan
Di atas kertas, Persik Kediri datang dengan kepercayaan diri lebih baik. Mereka baru saja menahan Persib Bandung dan menang atas Persis Solo. Namun, satu catatan negatif tak bisa diabaikan: empat laga tandang terakhir selalu berakhir tanpa poin.
Meski begitu, Persik punya senjata yang kerap merepotkan Arema: bola mati. Kombinasi Ezra Walian dan Syahrian Abimanyu dalam situasi set piece sangat berbahaya. Umpan-umpan mereka kerap menjadi awal petaka bagi lawan, terutama dengan keberadaan Jose Enrique di kotak penalti.
Berbeda dengan Arema, Persik relatif aman dari krisis cedera dan sanksi. Skuad nyaris lengkap, membuat pelatih Marcos Reina lebih leluasa menyusun strategi, terutama untuk meredam tekanan awal tuan rumah.
Baca Juga:
Link Streaming Madura United vs PSIM BRI Super League 2025/2026 Selain Yalla Shoot
Head to Head: Luka Lama Arema
Jika melihat lima pertemuan terakhir, Arema berada dalam posisi psikologis yang tidak menguntungkan. Lima laga terakhir selalu dimenangkan Persik Kediri, termasuk kemenangan telak 3-0 di Kanjuruhan pada Mei 2025.
Rekor ini membuat tekanan mental Arema berlipat ganda. Setiap menit tanpa gol berpotensi memicu frustrasi, sementara Persik dikenal sabar menunggu celah.
Prediksi Jalannya Laga
Arema diprediksi tampil agresif sejak awal demi memutus tren buruk. Namun, agresivitas berlebihan justru bisa menjadi bumerang. Persik kemungkinan besar memilih pendekatan pragmatis: bertahan rapat, memancing emosi, lalu memukul lewat bola mati atau serangan balik.
Laga berpotensi berlangsung keras, emosional, dan penuh pelanggaran. Gol telat dan kartu kuning beruntun sangat mungkin terjadi, terutama jika Arema gagal mencetak gol lebih dulu.
Prediksi Skor Akhir
Arema FC 2-2 Persik Kediri
(Dist)











