BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Inter Milan akan menjamu Como di Stadion San Siro pada Minggu (7/12) dini hari dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat. Meski secara historis Inter mendominasi rival sekota Lombardy tersebut, situasi kini berbeda: jarak kedua tim di klasemen hanya tiga poin dan Como tampil sebagai kekuatan baru Serie A.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Lariani untuk mencatat kemenangan perdana atas Inter dalam 75 tahun, sebuah misi historis yang berpotensi mengubah peta persaingan papan atas.
Kondisi Inter Milan
Inter berhasil memutus tren negatif setelah dua kekalahan beruntun dengan kemenangan liga pekan lalu lewat dua gol Lautaro Martínez saat menundukkan Pisa. Momentum itu berlanjut ketika Nerazzurri menggilas Venezia 5-1 di Coppa Italia meski menurunkan banyak pemain pelapis.
Rekrutan baru Andy Diouf menjadi salah satu sorotan setelah mencetak gol dan tampil menjanjikan. Inter kini menunggu pemenang Roma vs Torino untuk lawan pada babak delapan besar.
Dengan jadwal padat menanti dalam dua pekan mendatang, termasuk Liga Champions dan Supercoppa Italiana, Inter harus menjaga konsistensi untuk tetap berada di persaingan empat besar, di mana selisih antara mereka, Roma, AC Milan, dan Napoli hanya satu poin.
Secara historis, Inter sangat dominan atas Como. Setelah kalah pada pertemuan kandang Serie A pertama di 1950, Inter mencatat 13 kemenangan kandang beruntun atas Lariani.
Como
Como, yang baru kembali ke Serie A musim lalu, melanjutkan kisah sensasional mereka. Dengan 24 poin dari 13 laga, ini merupakan start terbaik sepanjang sejarah klub. Tim asuhan Cesc Fabregas tidak terkalahkan sejak Agustus dan baru saja menang 2-0 atas Sassuolo.
Rangkaian 12 laga tanpa kalah membuat Como kini hanya tiga poin dari zona Liga Champions dan empat poin dari puncak klasemen.
Dua figur menjadi kunci kebangkitan Como:
- Nico Paz – playmaker muda fenomenal dengan 5 gol dan 5 assist, dan kini bersiap menjalani laga ke-50 bersama klub.
- Cesc Fabregas – pelatih muda visioner yang membangun pola bermain dominan dengan rata-rata penguasaan bola setara Inter (±60%).
Kemenangan di San Siro akan membuat Como menyamai poin Inter,lonjakan besar mengingat musim lalu mereka kalah 0-2 pada dua pertemuan.
Baca Juga:
Napoli Tumbang, Persaingan Empat Besar Liga Italia Memanas
Kondisi Tim
Inter Milan
Pelatih Cristian Chivu kembali menurunkan skuad terbaik setelah rotasi besar di Coppa Italia.
Nama-nama inti seperti Calhanoglu, Barella, Sommer, Dimarco, dan Martínez dipastikan menjadi starter.
Persaingan ketat terjadi untuk menemani Lautaro di depan:
Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny sama-sama mencetak gol di laga terakhir.
Dua wing-back, Denzel Dumfries dan Matteo Darmian, masih absen karena cedera.
Como
Como bertandang tanpa Sergi Roberto dan Edoardo Goldaniga, namun mendapat angin segar:
- Assane Diao mendekati pemulihan cedera paha
- Ivan Smolčić kembali setelah menjalani skorsing
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2)
Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Augusto, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez
Como (4-2-3-1)
Butez; Smolcic, Ramon, Carlos, Moreno; Perrone, Caqueret; Addai, Paz, Rodriguez; Douvikas
Prediksi Skor: Inter Milan 2-1 Como
Como diperkirakan memberikan perlawanan sengit berkat performa impresif musim ini. Namun kedalaman skuad Inter, pengalaman pada laga besar, serta kepercayaan diri usai dua kemenangan beruntun membuat Nerazzurri sedikit lebih difavoritkan.
Duel dua pelatih muda, Cristian Chivu dan Cesc Fabregas dipastikan menjadi salah satu daya tarik utama dalam laga yang sarat nuansa sejarah ini.
(Budis)











