JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Roberto De Zerbi resmi memulai babak baru bersama Tottenham Hotspur saat bertandang ke markas Sunderland di Stadium of Light, Minggu (12/4/2026), dalam lanjutan pekan ke-32 Premier League. Laga ini langsung menjadi ujian berat bagi pelatih asal Italia tersebut.
Spurs datang bukan dalam kondisi ideal. Mereka belum meraih kemenangan sepanjang tahun 2026 dan kini mencoba bangkit lewat pergantian nahkoda. Di sisi lain, Sunderland justru sedang menikmati momentum positif dan siap menjadikan stadion mereka tempat jatuhnya korban berikutnya.
Sunderland Sedang Panas dan Penuh Percaya Diri
Kemenangan atas rival sekota Newcastle United di derby Tyne-Wear memberi suntikan moral besar bagi Sunderland. Tim asuhan Regis Le Bris kini memburu kemenangan ketiga dalam empat laga terakhir.
Bermain di kandang sendiri membuat The Black Cats punya alasan untuk percaya diri. Dukungan publik Stadium of Light kerap menjadi faktor penting, terutama saat menghadapi tim besar yang datang dalam tekanan.
Di lini depan, Brian Brobbey diprediksi menjadi ancaman utama. Striker bertipe kuat dan agresif itu bisa merepotkan lini belakang Tottenham yang sepanjang musim belum menunjukkan konsistensi.
Selain itu, kombinasi pemain muda dan pengalaman di lini tengah membuat Sunderland cukup seimbang. Mereka tidak hanya berani bertarung secara fisik, tetapi juga mampu memanfaatkan transisi cepat.
Tottenham Ganti Pelatih, Masalah Lama Belum Hilang
Kehadiran Roberto De Zerbi membawa harapan baru. Filosofi permainan menyerang dan progresif milik eks pelatih Brighton itu dianggap cocok untuk membangunkan Spurs yang kehilangan arah.
Namun realitasnya keras. De Zerbi datang di tengah badai cedera. Mohammed Kudus terancam absen panjang, sementara James Maddison dan Dejan Kulusevski juga belum tersedia. Ini jelas mengurangi kreativitas dan kualitas sepertiga akhir Tottenham.
Dalam situasi seperti ini, beban akan jatuh pada Richarlison dan Dominic Solanke. Richarlison berpeluang menjadi figur penting karena agresivitas dan mobilitasnya dibutuhkan dalam sistem baru.
Di lini tengah, Pape Sarr serta Joao Palhinha diproyeksikan menjadi penyeimbang. Masalahnya, perubahan taktik tidak selalu bisa berjalan instan, apalagi dalam laga tandang yang sarat tekanan.
Duel Taktik yang Menarik
Pertandingan ini menarik karena mempertemukan dua kondisi yang bertolak belakang. Sunderland datang dengan momentum, sedangkan Tottenham membawa energi baru tetapi minim stabilitas.
Jika De Zerbi langsung menerapkan garis pertahanan tinggi dan build-up agresif, Sunderland bisa memanfaatkan ruang lewat serangan cepat. Namun bila Spurs mampu mengontrol tempo dan mendominasi bola, kualitas individu mereka masih cukup untuk menciptakan peluang.
Kunci laga ada pada adaptasi Tottenham. Seberapa cepat pemain memahami instruksi baru akan menentukan hasil akhir.
Baca Juga:
Prediksi Skor Malut United vs Dewa United BRI Super League 2025/2026, Tiga Poin Harga Mati!
Prediksi Skor Sunderland vs Tottenham
Secara nama besar, Tottenham masih unggul. Namun sepak bola tidak dimainkan di atas kertas. Sunderland lebih siap secara mental, lebih kompak, dan bermain di kandang.
Spurs berpotensi tampil lebih hidup di bawah pelatih baru, tetapi absennya sejumlah pemain inti bisa menjadi penghambat besar.
Prediksi skor: Sunderland 1-1 Tottenham Hotspur
(Dist)











