BOYOLALI, TEROPONGMEDIA.ID – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa sejumlah laporan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam proses identifikasi oleh kepolisian. Menurutnya, ada kemungkinan beberapa kasus yang diduga keracunan MBG, sejatinya disebabkan oleh reaksi alergi pada peserta program.
“Kita tunggu hasil identifikasi kepolisian. Namun, seringkali kasus yang disebut keracunan ternyata adalah alergi. Ini perlu diklarifikasi secara hati-hati,” ujar Dante di Boyolali, Jawa Tengah, dikutip Sabtu (20/9/2025).
Dante menekankan bahwa pemerintah terus memantau pelaksanaan program MBG, termasuk dengan memastikan kebersihan dan standar higienitas di dapur penyelenggara atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyatakan bahwa dari pantauannya di Boyolali, tidak ditemukan kasus keracunan dan berharap hal tersebut dapat dipertahankan.
Dante mengingatkan pentingnya pembedaan antara gejala keracunan dan alergi, agar penanganannya dapat tepat sasaran.
Profil Dante Saksono
Mengutip Wikipedia, Dante Saksono Harbuwono merupakan sosok di balik jabatannya sebagai Wakil Menteri Kesehatan sejak 23 Desember 2020. Pria kelahiran 23 Maret 1973 ini membawa latar belakang impresif sebagai dokter, akademisi, dan peneliti di bidang metabolik endokrin.
Sebelum menduduki posisi wamenkes, Dante merupakan anggota Tim Dokter Kepresidenan RI dan Ketua Divisi Metabolik Endokrin di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM. Ia juga pernah memimpin Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) serta klaster penelitian di IMERI FKUI.
Dante menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tangerang, lalu berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1991. Awalnya, ia bercita-cita masuk Jurusan Informatika ITB, namun memenuhi harapan orangtuanya untuk menjadi dokter. Lambat laun, ia pun menemukan passion di dunia kedokteran.
BACA JUGA
Polres Garut Selidiki Kasus Keracunan MBG di Kecamatan Kadungora, Korban 194 Siswa
Badan Gizi Nasional Buka Suara Soal Isu 5.000 Dapur MBG Fiktif
Setelah menyelesaikan spesialisasi penyakit dalam pada 2004, Dante melanjutkan studi Ph.D. di Universitas Yamanashi, Jepang, dan menjadi ahli diabetes molekuler pertama asal Indonesia. Karir akademisnya mencapai puncak ketika ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap FKUI pada 22 Oktober 2022.
Di luar dunia profesional, Dante menikah dengan Mutiara Yasmin pada 2003 dan dikaruniai dua orang anak. Keahliannya di bidang diabetes dan metabolisme telah membawanya menjadi pembicara di berbagai forum ilmiah internasional, memperkuat kontribusinya bagi dunia kesehatan Indonesia.
(Aak)











