BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik Institut Teknologi Bandung (HMFT-ITB) melaksanakan program sosial bertajuk SOS-X di Desa Mondu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 13 hingga 26 Januari 2026, dengan fokus utama pada penyediaan solusi akses air bersih bagi masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kayla Salsabila bersama 11 mahasiswa Teknik Fisika dari tiga angkatan berbeda (2022–2024). Mereka terjun langsung ke masyarakat membawa inovasi sistem filtrasi air berbasis teknologi sederhana namun aplikatif, yang dirancang untuk menjawab persoalan utama warga Desa Mondu: sulitnya memperoleh air bersih yang layak konsumsi.
Kondisi tanah di wilayah tersebut yang kaya kandungan kapur membuat air hujan maupun air resapan tanah tidak memenuhi standar kesehatan. Menjawab persoalan itu, tim pengabdian membangun sistem filtrasi air yang memanfaatkan air hujan dari atap rumah, kemudian disaring hingga menghasilkan air bersih dengan tingkat pH sesuai standar konsumsi.
“Program ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk eksplorasi keilmuan Teknik Fisika yang langsung diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat, khususnya wilayah 3T,” ujar Kayla, dikutip dari laman resmi ITB, Sabtu (14/2/2026).
Tak hanya berfokus pada teknologi, SOS-X juga mengusung pendekatan terpadu melalui tiga aspek utama: teknologi, lingkungan, dan pendidikan. Tim pengabdian memberikan edukasi pengelolaan air, sosialisasi media resapan air, hingga praktik filtrasi air sederhana kepada siswa di SMPN 1 Kanatang. Di SMAN 2 Haharu, mereka juga memperkenalkan konsep pembangkit listrik tenaga air (PLTA) melalui demonstrasi praktis.
Baca Juga:
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
Selain itu, edukasi tentang pentingnya pendidikan tinggi turut diberikan kepada anak-anak Desa Mondu sebagai upaya membangun kesadaran jangka panjang tentang masa depan pendidikan dan peningkatan kualitas hidup.
Program ini mendapatkan dukungan dari dua dosen Fakultas Teknologi Industri ITB serta dukungan pemerintah daerah, mulai dari Bupati Sumba Timur hingga Kepala Desa Mondu. Respons masyarakat pun sangat positif terhadap kehadiran program tersebut.
Kepala Desa Mondu, Opung Peka, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. Ia menilai teknologi filtrasi yang dibangun memiliki dampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga.
SOS-X sendiri merupakan program lanjutan HMFT-ITB, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Banyuwangi pada 2025. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membawa solusi teknis, tetapi juga membangun kolaborasi sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan hadirnya sistem filtrasi air ini, masyarakat Desa Mondu kini memiliki akses yang lebih layak terhadap air bersih—sebuah langkah kecil yang diharapkan menjadi fondasi besar bagi peningkatan kualitas hidup di wilayah terpencil Nusa Tenggara Timur.











