BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menerima perwakilan massa buruh yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Puan didampingi Ketua Fraksi PDI-P DPR RI Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, dan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto berjalan menuju Gedung Nusantara, sekitar pukul 12.50 WIB.
Rombongan langsung masuk ke Ruang Abdul Muis yang di dalamnya telah berada sejumlah perwakilan buruh. Salah satu di antaranya adalah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang diwakili oleh Andi Gani Nena Wea.
Selain itu, terdapat pula perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta beberapa massa aksi dari kalangan buruh.
Di ruangan tersebut, Puan bersama rombongannya langsung bersalaman dengan perwakilan massa aksi yang mengikuti audiensi.
Setelahnya, Puan pun langsung duduk berhadapan dengan perwakilan buruh.
Dia kemudian membuka pertemuan dengan mempersilakan perwakilan menyampaikan hal yang ingin disampaikan kepada DPR RI.
“Iya silakan teman-teman, apa yang ingin disampaikan,” ucap Puan.
Diberitakan sebelumnya, serikat buruh menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (22/9/2025). Mereka membawa lima tuntutan utama untuk disampaikan kepada para wakil rakyat.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, salah satu tuntutan tersebut adalah mendorong DPR segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.
Baca Juga:
Usai Diskusi dengan DPR-Pemerintah, Demo Buruh Hari Ini Batal Digelar
Demo Buruh Macetkan Jalan Soekarno-Hatta Bandung Arah Buah Batu
“Lima tuntutan utama, yakni mendorong pengesahan RUU Ketenagakerjaan, menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsourcing, mendukung Polri menegakkan hukum, serta tegakkan supremasi sipil,” ujar Andi Gani, Senin (22/9/2025).
Dia menyebut, aksi kali ini diikuti oleh massa buruh dari KSPSI dan juga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal.
Dia memperkirakan, massa yang hadir pada aksi 22 September 2025 di depan Kompleks Parlemen Jakarta ini mencapai 10.000 orang.
“Aksi besar buruh ini hanya diketahui di internal dua konfederasi. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba melakukan penyusupan,” ujar dia.
(Anisa Kholifatul Jannah)











