JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah hasil konkret usai merampungkan kunjungan kerja ke tiga negara Eropa, yakni Inggris, Swiss, dan Prancis, selama lima hari. Presiden bersama delegasi terbatas tiba kembali di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, bahwa rangkaian lawatan tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan strategis, mulai dari investasi, kerja sama pendidikan, hingga peran Indonesia dalam forum internasional.
“Menutup lawatan lima hari di luar negeri, Presiden membawa pulang beberapa hasil konkret,” ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Sabtu (25/1/2026).
Investasi Maritim Rp90 Triliun dari Inggris
Salah satu capaian utama kunjungan Presiden Prabowo adalah komitmen investasi di sektor maritim dari Inggris. Nilai investasi tersebut mencapai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.
Kesepakatan ini diperoleh dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, pada Selasa (20/1/2026).
“Investasi bidang maritim sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar 90 triliun rupiah dengan Inggris,” kata Teddy.
Produksi Kapal Ikan dan Serapan Tenaga Kerja
Selain investasi, Indonesia dan Inggris juga menyepakati kerja sama pembangunan 1.582 kapal ikan yang ditujukan untuk mendukung sektor perikanan nasional. Seluruh kapal tersebut akan diproduksi di dalam negeri.
Menurut Teddy, proyek ini diperkirakan mampu menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja, sehingga memberi dampak langsung terhadap industri dan lapangan pekerjaan.
“Pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di tanah air dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 600.000 orang,” ujarnya.
Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Inggris
Di bidang pendidikan, Presiden Prabowo juga menjalin kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya. Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan kedokteran serta bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
Salah satu agenda yang disepakati adalah rencana pembukaan kampus universitas Inggris di Indonesia sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.
“Kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran dan STEM,” jelas Teddy.
Baca Juga:
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Apa Perannya?
Peran Indonesia dalam Isu Global di Davos
Dalam kunjungan ke Swiss, Presiden Prabowo menandatangani Board of Peace (BoP) di Davos pada Kamis (22/1/2026). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Bergabungnya Indonesia dalam BoP menandai keterlibatan aktif Indonesia dalam badan internasional baru yang berfokus pada proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
“Bergabung dalam Board of Peace sebagai langkah konkret Indonesia dalam perdamaian di Gaza,” kata Teddy.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) Davos. Dalam forum tersebut, Presiden memperkenalkan konsep ekonomi Prabowonomics di hadapan puluhan kepala negara dan ribuan pemimpin perusahaan global.
Penguatan Kemitraan Strategis dengan Prancis
Rangkaian lawatan Presiden Prabowo ditutup dengan kunjungan ke Paris, Prancis. Presiden melakukan pertemuan dan makan malam kenegaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Jumat (23/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor.
“Peningkatan kerja sama nyata dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis,” ujar Teddy.
(Dist)











